PKK Aceh serahkan bansos untuk korban KDRT dan pelecehan seksual

·Bacaan 1 menit

Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Dyah Erti Idawati menyerahkan langsung bantuan sosial kepada perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan seksual di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

"Bantuan dan santunan ini untuk mendukung mereka pada momentum berbagi keberkahan di bulan suci Ramadhan,” kata Dyah Erti Idawati, di Banda Aceh, Ahad.

Bantuan sosial yang diberikan tersebut berupa sembako dan uang tunai, bantuan ini diberikan bertahap kepada para perempuan Aceh tersebut.

Pada kesempatan ini, selain memberikan bantuan Dyah juga sempat berbincang langsung dengan para korban guna memotivasi serta membangkitkan semangat mereka agar tetap tegar dan terus berjuang menjalani kehidupan.

Baca juga: Pemkab Aceh Barat beri perlindungan mahasiswi korban pelecehan seksual

Baca juga: Polisi tangkap ayah pemerkosa anak tiri selama tiga tahun di Aceh

“Harapan kami, ibu-ibu dan putri kami semua yang terkena tindakan kekerasan dan pelecehan ini bisa tegar dan kuat. Terutama ibu-ibunya ini sebagai sandaran mereka, harus terus kuat dan tegar,” ujarnya.

Dyah juga meminta para korban untuk tidak berhenti bangkit dan belajar serta terus mengasah kemampuan diri, baik itu di bidang akademik, agama, dan UMKM. Supaya mereka bisa bangkit dan hidup menatap masa depan dengan cemerlang.

“Terus berjuang dan belajar walaupun kita perempuan, kita harus memiliki keahlian. Harapannya, ke depan mereka lebih mandiri, bahkan bisa menjadi pejuang dalam membela hak-hak perempuan dan anak,” kata Dyah.

Sementara itu, salah satu pendamping korban Ridha menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ketua PKK Aceh karena telah memberikan tenaga dan pikiran selama ini dalam memperjuangkan hak-hak korban.

“Terima kasih kepada Ibu Dyah, bantuan ini sangat berharga bagi kami, semoga ini akan menjadi amalan jariah bagi ibu,” kata Ridha.*

Baca juga: PAN sarankan Mendikbudristek dengarkan masukan ulama soal PPKS

Baca juga: DPR minta Permendikbud soal penanganan seksual di kampus dievaluasi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel