PKNU Anggap Tawaran Koalisi PPP Belum Jelas

Jakarta (ANTARA) - Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) menganggap ajaan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk berkoalisi belum jelas dan sewaktu-waktu bisa berubah, kata Ketua Umum partai itu Choirul Anam di Jakarta, Minggu.

"Kami ditawari bergabung dengan PPP tetapi secara alami dan yang menawari Suryadharma Ali (Ketua Umum PPP) sendiri," kata pria yang akrab disapa Cak Anam itu.

Bergabung secara alami itu diartikan oleh Cak Anam sebagai sesuatu yang sulit dirumuskan karena bersifat seperti alam dan cuaca, yang dapat berubah-ubah.

"Karena alami itu `kan tergantung alam dan cuaca. Kalau mendung ya bergabungnya mendung, kalau panas ya panas," katanya usai menandatangani nota kesepakatan dengan Partai Gerindra di Kantor DPP Gerindra.

PKNU adalah partai yang tidak lolos verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai peserta Pemilu 2014.

Oleh karena itu PKNU memerlukan tawaran politik agar sejumlah kadernya di daerah mendapat kursi di DPRD.

Sementara itu, sebelum nota kesepahaman antara Partai Gerindra dan PKNU ditandatangani, Sekretaris Jenderal PPP M. Romahurmuzy mengaku pihaknya menghormati keputusan PKNU untuk berkoalisi dengan parpol lain.

"PPP menghargai hak setiap parpol yang tak lolos sebagai peserta pemilu 2014, termasuk PKNU, dalam mengambil langkah-langkah politiknya," kata Romahurmuzy di Jakarta, Minggu siang.

Pada Sabtu (9/2), Ketua Umum PKNU Chairul Anam dan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali bertemu di Surabaya, Jawa Timur untuk membicarakan terkait koalisi partai.

"PPP menawarkan koalisi secara alamiah, bukan formal atau melebur," kata Suryadharma Ali saat itu.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.