PKPI Tegas Tolak Kenaikan Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen

Raden Jihad Akbar, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Umum DPN Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Diaz Hendropriyono menolak dengan tegas usulan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen sebesar 7 persen. Usul itu ditolak lantaran mengkerdilkan demokrasi.

Diaz menolak, rencana politik yang datang dari sejumlah fraksi di parlemen Senayan untuk ketentuan Pemilu nasional mendatang.

"PKPI bertekad untuk melawan rencana politik yang dapat mengkerdilkan demokrasi di Indonesia. Kita bertekad untuk melawan rencana politik yang dapat membuat hilangnya belasan juta suara rakyat Indonesia," kata Diaz saat menyampaikan sambutan saat HUT PKPI ke-22, Minggu 17 Januari 2021.

Rencana itu memang mengemuka dengan Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam kesempatan itu, Diaz juga menyinggung, dukungan kepada pemerintah dan rasa empati partainya terhadap kondisi pandemi COVID-19 dan sejumlah bencana alam yang menimpa wilayah di Indonesia.

Ia meminta, semua elemen masyarakat bersatu agar segera bangkit dari musibah dan cobaan yang ada.

" Karena itu saya meminta agar semua kader PKPI di mana pun kalian berada, terutama bagi mereka yang masuk dalam kriteria, agar bersedia menerima vaksin Covid 19 demi kemajuan bangsa dan negara, selain terus memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya.

Diaz juga mengucapkan terima kasih kepada senior - senior partai yang sudah membangun PKPI selama ini. Ia menyebut ayahnya yang juga mantan Ketua Umum A.M Hendropriyono, Try Sutrisno dan Sutiyoso telah banyak menuangkan pemikiran dan energinya untuk bangsa ini lebih maju.

"Saya percaya bahwa setiap cobaan pasti ada harapan," ungkap Diaz.