PKS Cari 'Jagoan' Cimahi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cimahi 2012 tinggal hitungan bulan. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang menguasai 7 kursi DPRD Kota Cimahi, terus melakukan penguatan internal untuk mencari jagoannya di pilkada Kota Cimahi.

"Kita juga melakukannya dengan cara membangun kemitraan dengan eksternal dari berbagai elemen, baik parpol maupun nonparpol," tutur Wakil Sekretaris Umum Bidang Humas dan Protokoler DPD Kota Cimahi, Ike Hikmawati, Kamis (29/12).

PKS telah melakukan penguatan jaringan hingga tingkat rukun warga (RW). Penguatan jaringan hampir mencakup seratus persen RW di Kota Cimahi. Sehingga, PKS secara kalkulasi politik yakin memiliki kans untuk memenangkan Pilkada Cimahi pada 2012 nanti.

Ketua DPD PKS Cimahi, Santoso Anto, menuturkan partainya saat ini tengah melakukan penggodokan akhir untuk menentukan satu nama 'jagoan' pilkadanya. Proses ini kemungkinan masih bakal berlangsung hingga akhir tahun ini. "Insya Allah awal tahun depan sudah bisa kita umumkan secara resmi," ucap Anto.

Ada tujuh nama bakal calon dari internal PKS yang sedang digodok. Pertama adalah Santoso Anto sendiri. Lainnya adalah Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Cimahi, Masrokhan; Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi, Achmad Zulkarnaen; Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKS Cimahi Selatan, Dedi Lazuardi; pengurus Dewan Pimpinan Wilayah PKS Jawa Barat, Zulkarnanin; dan anggota DPRD Kota Cimahi, Zulkarnain.

Diah Nurwitasarimantan juga masuk bursa jagoan PKS Cimahi. Diah merupakan mantan calon Wakil Wali Kota Cimahi yang diusung PKS pada Pilkada 2007 lalu.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.