PKS Cermati Single Septi Sanustika

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Istri Fathanah, Septi Sanustika mengeluarkan single PKS (Papa Kini Sendiri). Single tersebut mendapat tanggapan dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera).

"Setiap warga negara memiliki kebebasan untuk mengekspresikan  dirinya lewat penampilan, lagu, statement dan lain-lain," kata Ketua DPP PKS Jazuli Juwaini di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Jazuli tidak mempermasalahkan single tersebut selama tidak menggangu pihak lain. Namun, bila ekspresi tersebut menggangu pihak lain maka ada mekanisme hukum yang mengaturnya.

"Dalam kontek single lagu Septy  kita tidak boleh terburu-buru memvonis harus kita. Lihat dan dengar dulu lagunya. Baru kita cermati disitu merugikan PKS apa tidak," tuturnya.

Sebelumnya, nama Septi Sanustika, istri terdakwa kasus dugaan suap kuota impor daging sapi, Ahmad Fathanah, kian sibuk dengan kegiatan dibidang hiburan. Dalam waktu dekat, ia akan merilis lagu dangdut hasil kolaborasi dengan seorang penyanyi pria, Abie.

"Single dangdut masih proses ada duet juga di video klip. Singlenya judulnya "gerimis terang bulan, benci tiada guna. Duetnya judul PKS (papa kini sendiri)," kata Septy usai membawakan acara silaturahmi Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) di TMII, Jakarta, Minggu (30/6/2013).

Septi megaku, isi lirik lagu tersebut dibuat berdasarkan kisah hidupnya dengan Ahmad Fathanah. "Menceritakan tentang pengalaman saya alami. Dalam waktu dekat akan buat klipnya. Lagu ini menceritakan istri yang suaminya mendapat masalah namun istrinya setia menanti," kata Septy lagi sambil tersenyum.

Septi yang mengenakan baju panjang berwarna hitam dan celana panjang ketat warna serupa, lengkap dengan jilbab hitam bermotif emas, juga terlihat percaya diri membawakan acara tersebut.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.