PKS: Di Tengah Pandemi Covid-19, Penguasa Justru Semakin Represif

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menilai, akhir-akhir inipenyalahgunaan kekuasaan dan praktek korupsi semakin memburuk. Di tengah pandemi Covid-19 penguasa juga justru makin menunjukkan sikap represif dalam merumuskan kebijakan publik.

"Akhir-akhir ini kita melihat penyalahgunaan kekuasaan dan praktek korupsi semakin memburuk, ditengah pandemi penguasa justru semakin menunjukkan sikap represif dalam merumuskan kebijakan publik, suara dan kehendak rakyat tidak dihiraukan," ujarnya dalam pidato kebangsaan di HUT ke-50 CSIS, Jumat (20/8/2021).

Menurutnya, penguasa memilih tutup mata dan telinga dari suara hati nurani rakyat. Dia bilang, dalam menangani pandemi pemerintah justru lebih fokus memilih ekonomi.

"Inilah yang kita melihat dengan perkembangan saat pemerintah menerbitkan Perppu nomor 1 tahun 2020 pemerintah menerbitkan waktu itu RUU sekarang sudah menjadi undang-undang Cipta Kerja atas nama kehendak rakyat, demokrasi dan keadilan saat itu PKS menolak kedua undang-undang tersebut," tuturnya.

Demokrasi Berbiaya Mahal

Presiden PKS Ahmad Syaikhu memantau pencoblosan di TPS Perumahan Acacia, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (9/12/2020). (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)
Presiden PKS Ahmad Syaikhu memantau pencoblosan di TPS Perumahan Acacia, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (9/12/2020). (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Lebih lanjut, Syaikhu menambahkan, permasalahan demokrasi di Indonesia bukan hanya sekadar substansial. Dari sisi prosedural demokrasi di Indonesia berbiaya mahal dan mengalami pembajakan oligarki.

"Indonesia masuk dalam jebakan, sehingga mengendalikan perpolitikan di negeri ini, oleh karena itu hegemoni oligarki yang menguasai kapital ini yang menyebabkan politik Indonesia pada akhirnya tersandera sehingga kualitas kebijakan publik tidak lagi berorientasi kepada kepentingan publik, tetapi kepentingan pemilik modal," pungkasnya.

Reporter: Genan Kasah

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel