PKS: Gagasan Presiden 3 Periode Ingin Hidupkan Kultus Pemimpin

Syahrul Ansyari
·Bacaan 1 menit

VIVA - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Al Muzzammil Yusuf, menolak gagasan presiden tiga periode. Dia menegaskan bahwa penolakan atas gagasan itu merupakan amanat reformasi.

"Menolak gagasan presiden 3 periode itu amanat reformasi yang merupakan buah pembelajaran anak bangsa terhadap pengalaman sejarah Indonesia masa lalu," kata Muzzammil dalam keterangannya kepada VIVA, Kamis, 25 Maret 2021.

Muzzammil mengatakan bahwa gagasan itu kemudian diabadikan dalam norma konstitusi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, tidak perlu dikaitkan dengan pencalonan Jokowi atau juga SBY sebagai capres 2024.

"Pak SBY pada masanya sangat tegas untuk menolak capres 3 periode. Pak Jokowi juga begitu pada statement pribadinya," ujarnya.

Baca juga: Soal Presiden 3 Periode, Megawati: Yang Omong Kepingin Sebetulnya

Dia menegaskan bahwa orang-orang yang memunculkan gagasan presiden 3 periode adalah orang-orang yang tidak belajar dari sejarah Indonesia. Dan cenderung ingin menghidupkan kultus politik kepemimpinan nasional.

"Ini bahaya. Kultus itu akan mengarah matinya demokrasi dan rusaknya konsep negara hukum. Yang akan lahir adalah negara kekuasaan bukan negara hukum. Bukan lagi rule of law tapi law of ruler," tuturnya.