PKS: Menaikkan BBM Urusan Pemerintah Bukan Urusan Koalisi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) meminta kepada Partai Demokrat (PD) untuk tidak mengkaitkan sikap penolakan rencana pemerintah menaikkan harga BBM dengan persoalan koalisi.

"Janganlah mengalihkan isu BBM ke persoalan koalisi, kalaupun pemerintah sekarang menghadapi kekecewaan dan amarah rakyat, ya itu konsekuensinya. Janganlah tarik-tarik partai dalam persoalan ini. Menaikkan harga BBM adalah pilihan kebijakan yang diambil oleh pemerintah, janganlah menarik-narik partai dalam urusan ini," ujar Ketua DPP PKS Bidang Advokasi Hukum dan HAM, Aboebakar Alhabsy, Jumat (23/3/2012).

PKS, Aboebakar menegaskan, sebenarnya hanya ingin melaksanakan Undang-undang No 22 Tahun 2011 tentang APBN yang sudah sangat jelas sekali pada pasal 7 ayat 6 menyebutkan, tidak ada kenaikan harga BBM.bersubsidi untuk masyarakat. "Nah, masak kita mau konsiaten dengan Undang undang kok malah disalah salahin kayak gini? kan gak bener namanya.
Sekarang kok malah pakai ngusir dari koalisi, saya yakin yang ngomong ini sedang cari perhatian dari SBY dengan mencoba mengalihkan isu di media," tegas Aboebakar.

Aboe kemudian mencontohkan sikap Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri yang tetap mendukung program pemerintah lewal BLSM. Aboebakar kemudian mengingatkan, ketika salah satu menteri PKS di reahuffle komunikasi politik PKS tetap santun. Dan harus diingat pula, katanya lagi, sejarah sudah mencatat siapakah yang tidak konsisten dengan kontrak politik yang dibuat. Dan itu bukan kami," tandasnya.

Sebelumnya, Kamis (22/3/2012) kemarin, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Max Sopacua menyarankan kepada PKS untuk hengkang sebagai bagian mitra koalisi. Sudahlahlah, kalau gitu PKS nggak usah di koalisi lagi. Sampai kirim surat ke Pak SBY segala, berarti di dalam koalisi tidak pernah dianggap," tegas Max.

Sikap PKS yang menentang kebijakan kenaikan harga BBM dianggapnya hanya untuk mencari popularitas. Padahal, Max menegaskan kembali pertarungan Pemilu 2014 masih jauh.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.