PKS Minta Pemprov DKI Kooperatif Terkait Dugaan Korupsi Formula E

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Anggota Fraksi PKS di DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz mengaku mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi penyelenggaraan Formule E di DKI Jakarta.

Aziz juga meminta Pemerintah DKI Jakarta untuk terbuka dalam masalah anggaran pada helatan akbar tersebut.

"Kami mendukung setiap upaya aparat penegakan hukum apalagi menyangkut korupsi. Saya kira Pemda DKI juga harus transparan agar pemerintahan yang bersih yang menjadi cita-cita kita semua dapat terwujud," kata Aziz kepada Liputan6.com, Kamis (4/11/2021).

Sebelumnya KPK mengaku tengah mengumpulkan bukti dugaan korupsi penyelenggaraan Formule E di DKI Jakarta. Salah satunya dengan meminta keterangan sejumlah pihak terkait.

"Betul, KPK sedang meminta permintaan keterangan dan klarifikasi kepada beberapa pihak guna mengumpulkan bahan data dan keterangan ataupun informasi yang diperlukan oleh tim penyelidik," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (4/11/2021).

Masih Tahap Awal

Ali mengatakan, pengumpulan bukti dan keterangan dari pihak terkait dilakukan KPK berdasarkan laporan dari masyarakat adanya dugaan korupsi dalam penyelenggaraan ajang balap mobil tersebut.

"Kegiatan ini tentu sebagai tindak lanjut dari informasi yang disampaikan masyarakat ihwal penyelenggaran Formula E di DKI Jakarta kepada KPK," kata Ali.

Ali menyatakan pihaknya belum bisa membeberkan lebih lanjut terkait pengusutan kasus ini. Pasalnya masih dalam tahap awal pencarian bukti dan keterangan.

"Kami meminta publik terus mengawal kerja-kerja KPK, sebagai unsur pengawasan sekaligus pendukung upaya-upaya pemberantasan korupsi," kata Ali.

Berdasarkan informasi, dalam mengusut kasus ini KPK sudah memeriksa Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta Ahmad Firdaus pada Selasa, 2 November 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel