PKS: Perlu Langkah Extraordinary, Cegah Layanan Kesehatan Kolaps

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini menyoroti lonjakan kasus COVID-19 yang saat ini semakin mengkhawatirkan. Dia mendesak pemerintah, memitigasi segera sistem kesehatan dengan langkah luar biasa atau extraordinary. Dengan begitu, diharapkan layanan kesehatan tidak kolaps.

"Yang terjadi di lapangan sudah mengarah ke sana, banyak rumah sakit sudah tidak lagi mampu menampung pasien padahal kondisi pasien kritis, oksigen dan obat-obatan menjadi langka, dokter dan paramedis banyak sekali terpapar dan sangat kelelahan. Bahkan penanganan jenazah COVID pun antri untuk dibawa ke liang lahat, tolong pemerintah hadir, selamatkan rakyat," kata Jazuli, Senin 5 Juli 2021.

Dalam satu hari ini, angka kematian rakyat akibat COVID-19 meningkat tajam lebih dari 500 orang, termasuk lonjakan kematian isolasi mandiri. Bahkan di beberapa daerah, banyak pasien meninggal atara lain karena rumah sakit kehabisan oksigen.

Baca juga: INFOGRAFIK: Kenali Tanda-tanda Imunitas Tubuh Kita Sedang Melemah

"Sekali lagi ini darurat, pemerintah harus mengambil langkah extraordinary," ujarnya

PKS merekomendasikan langkah darurat untuk menyelamatkan rakyat, diantaranya yakni mendesak pemerintah membuka lebih banyak lagi rumah sakit darurat atau rumah sakit lapangan. Yakni memanfaatkan gedung-gedung pertemuan, gelanggang olah raga, kantor-kantor pemerintahan, dan tempat-tempat lain yang representatif. Pemerintah juga wajib memenuhi pasokan kelengkapan standar perawatan COVID-19.

"Mendesak pemerintah menjamin ketersediaan oksigen serta memasok tabung-tabung oksigen ke berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan COVID-19. Banyak rumah sakit kehabisan stok oksigen yang harus direspon cepat dan tidak boleh telat. Perbanyak pasokan dan stasiun pengisian oksigen, bisa bekerjasama dengan industri," ujarnya

PKS juga mendesak pemerintah menjamin ketersediaan obat-obatan pasien COVID, dan memenuhi pasokan obat-obatan yang diperlukan untuk pasien di berbagai rumah sakit dan apotek-apotek rujukan. Saat ini, rakyat mengeluhkan sulitnya obat sehingga pemerintah harus cepat bertindak.

Pemerintah juga harus mengusut dan menindak tegas jika ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menimbun obat dan menjual jauh di atas harga eceran.

"Mendesak pemerintah merekrut lebih banyak lagi relawan kesehatan untuk melayani pasien COVID-19, baik di rumah sakit maupun yang sedang isolasi di rumah atau tempat-tempat isolasi mandiri. Tenaga kesehatan puskesmas dan rumah sakit sudah kuwalahan dan kelelahan menangani pasien yang membludak," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel