PKS soal Pandemi Covid-19 Jadi Endemi: Protokol Kesehatan Tak Bisa Dihilangkan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan Indonesia membuka kemungkinan terjadi peralihan pandemi Covid-19 menjadi endemi di tahun 2022.

Menanggapi hal itu, Politisi PKS Mulyanto minta seluruh pihak supaya terus memperketat penerapan protokol kesehatan selama beraktivitas.

Menurutnya hal utama yang perlu disiapkan adalah menyiapkan mental masyarakat agar bisa tabah menghadapi wabah ini.

"Yang utama kita menyiapkan mental, bahwa kalau pandemi kits berlari sprint, maka dengan endemi kita tengah lari marathon dengan covid-19. Prokes tidak bisa dihilangkan," ujar Mulyanto kepada Liputan6.com, Rabu (18/8/2021).

Di samping itu, anggota Komisi VII DPR RI itu juga meminta pemerintah untuk segera mungkin mengoptimalkan vaksinasi Covid-19. Menurutnya, target cakupannya kini bukan hanya 70 persen penduduk, namun harus lebih dari itu.

Mulyanto juga mendesak pemerintah untuk segera memberikan tenaga kesehatan senjata tambahan dalam menangkal Covid-19, yakni dengan cara memberikan mereka vaksin dosis ketiga.

"Masyarakat secara reguler juga mesti ada pengulangan vaksin," kata dia.

Dengan demikian, Mulyanto melanjutkan vaksin domestik, vaksin Merah Putih yang diharapkan bisa kelar diproduksi pada September 2022 dapat didistribusikan, tidak boleh meleset.

"Bio Farma bersama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman sangat diharapkan menuntaskan vaksin ini," katanya.

Selain itu, kata Mulyanto peralatan testing PCR dan lab biosafety level-2 harus ada di semua provinsi. Hal ini diharapkan dapat mempercepat waktu pengujian sampel. "Termasuk obat-obatan yang selama ini terbukti efektif, dapat terus diadakan termasuk distribusinya ke daerah," pungkasnya.

Jadi Endemi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, Indonesia kemungkinan akan memasuki 2022 dengan peralihan pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Untuk itu, pemerintah pun telah menyiapkan langkah-langkah strategis di tahun depan.

"Kita mungkin melihat di 2022 akan mengalami suatu masa di mana pandemi menjadi endemi," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers Nota Keuangan, Jakarta, Senin (16/8).

Pernyataan tersebut, kata Sri Mulyani seiring dengan masukan berbagai ilmuwan. Namun demikian, peralihan tersebut harus disertai dengan perluasan vaksinasi serta kepatuhan masyarakat dalam melakukan protokol kesehatan.

"Sesuai dengan pandangan dari berbagai para ilmuwan mengenai apa kemungkinan future dari pandemi ini. Presiden menyampaikan kita akan terus merespon berbagai kondisi dengan kebijakan," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel