PKS tak mau komentari isi dakwaan jaksa buat Luthfi

MERDEKA.COM. Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq enggan mengomentari lebih jauh terkait dakwaan jaksa penuntut umum dalam kasus suap kuota impor daging sapi yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Dalam persidangan, jaksa mengungkap tiga kementerian di bawah menteri PKS menargetkan proyek untuk kemenangan partai di Pemilu 2014. Bahkan, Presiden PKS Anis Matta disebut-sebut memperoleh fee senilai Rp 1,9 miliar dari hasil korupsi tersebut.

Mahfudz mengatakan, Dakwaan jaksa nanti akan mendapat pembuktian di persidangan. Dia mengaku hingga kini belum tahu perkembangan sidang Luthfi.

"Kalau ditanya komentar saya, belum tahu, dengar aja belum," jelas Mahfudz di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/6).

Ketua Komisi I DPR ini menyerahkan sepenuhnya kepada aturan hukum yang berlaku. PKS, kata dia, juga sudah menyerahkan kasus Luthfi kepada kuasa hukumnya.

"Proses persidangan berjalan ada aturan hukum. PKS sudah menyerahkan ke kuasa hukum. Yang direspons PKS yang diungkap di luar persidangan," tutur dia.

Mahfudz pun menolak mengomentari tuduhan jaksa yang menyebutkan Anis Matta menerima sejumlah uang dari hasil korupsi di kementerian. "Fakta hukum di persidangan, jadi pertimbangan hakim. PKS tidak masuk ranah itu. Setiap fakta persidangan harus diuji secara hukum," katanya.

Terkait dengan tidak hadirnya elite PKS dalam persidangan Luthfi hari ini. Mahfudz menjelaskan, hal itu bukan berarti PKS tidak mendukung Luthfi.

"Support kita adalah pada penguatan tim hukum. Pengunjung tidak pengaruhi persidangan. Tapi adalah satu atau dua datang (ke sidang)," tegas dia.

Dia pun tidak mau ambil pusing dengan tuduhan yang dilontarkan jaksa terhadap Anis Matta. Sebab, hal itu baru merupakan pengakuan dan harus diuji terlebih dahulu. "Itu baru pengakuan masih harus diuji di persidangan. Masih jauh lah," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.