PKS tak terima elitenya dinilai KPK sarkas dan sinis

MERDEKA.COM. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Hidayat Nur Wahid menampik penilaian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa partainya sarkas dan sinis. Menurut dia, pelaporan Juru Bicara KPK Johan Budi ke Bareskrim Polri memiliki dasar yang kuat.

Hidayat menjelaskan, realitas di lapangan, yakni upaya KPK menyita mobil Luthfi mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, dengan apa yang dikatakan oleh Johan Budi tidak sinkron.

"Karena dinilai kawan-kawan PKS tak etis, dia (Johan) menyatakan tak benar petugas KPK tidak disertai penugasan, dari situ kesannya PKS melawan KPK," ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/5).

Adapun fakta di lapangan, menurut Hidayat, KPK memang datang ke DPP PKS. Namun, kata dia, bukan membawa surat penyitaan mobil Luthfi, melainkan surat pemanggilan Anis Matta dan Hilmi Aminuddin, Presiden dan Ketua Majelis Syuro PKS.

"Kalau PKS mau menerima surat untuk presiden partai dan ketua majelis syuro, masak PKS menolak KPK jika hanya ingin membawa mobil. Apa yang dikatakan Johan, realita di lapangan tidak benar, rekan-rekan media mengulang-ulang dan Johan mengulang-ulang," jelas Hidayat.

Anggota Komisi I DPR itu mempersilakan KPK mengambil dan menyita enam mobil milik Luthfi. Dengan catatan, benar-benar membawa surat penyitaan.

"Silakan KPK datang dan membawa surat. Kemarin kita melaporkan dua, penyidik KPK dan Johan, kita melaporkan," terang Hidayat.

Terkait elite-elite PKS yang dinilai KPK tidak santun dan tidak kooperatif terhadap KPK, Hidayat membantah keras. Menurutnya, elite PKS tetap santun dan sesuai prosedur dalam proses penegakan hukum.

"Gak apa-apa yang penting kita santun dan sesuai prosedur," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas berang dengan para elite PKS dalam menyikapi proses hukum yang sedang berjalan di lembaganya. Apalagi, PKS melaporkan Jubir Johan Budi SP ke polisi dengan tudingan melakukan penghinaan partainya.

"Johan selalu maksimal jalankan tugas dan tidak pernah kasar dan keras kalimatnya dalam menghadapi sarkasme dan sinisme elite PKS," ujar Busyro Muqoddas.

Baca juga:
Busyro: Doa rakyat miskin hancurkan koruptor berlumur dosa
PKS: Soal aliran dana Fathanah, KPK jangan cuma berwacana
PKS: Fathanah beri duit ke 100 wanita pun, so what gitu loh?

Topik pilihan:
Tragedi Mei 98 | Wagini Anak Genderuwo | Geng Motor Klewang | Kasus suap daging | Premier League 

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.