PKS Usulkan Haji Cukup Sekali Seumur Hidup

Jakarta (ANTARA) - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera mengusulkan pelaksanaan haji diatur hanya bisa dilakukan sekali seumur hidup bagi setiap orang untuk mengurangi kecenderungan makin panjangnya antrean calon haji.

"Perlu ditegaskan haji cukup sekali karena itu harus diatur agar cukup sekali saja untuk setiap warga negara," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nurwahid saat refleksi akhir tahun F-PKS di Jakarta, Jumat.

Menurut Hidayat dengan diatur cukup sekali saja maka akan bisa mengurangi waktu daftar tunggu bagi calon haji.

Hidayat menegaskan bahwa dalam aturan agama Islam dengan jelas hanya mewajibkan seseorang untuk melaksanakan ibadah haji sekali saja. Karena itu, hal itu bisa diimplementasikan.

"Jadi dari daftar tunggu yang ada diprioritaskan bagi mereka yang belum pernah naik haji," kata Hidayat.

Hidayat menjelaskan daftar tunggu untuk wilayah DKI saat ini sudah mencapai 10 tahun. Menurut Hidayat hal ini akan sangat kompleks masalahnya.

"Soal antrean yang sudah terjadi 10 tahun, ini bagaimana, padahal dia wajib haji. Terus kalau mereka mati saat dalam antrean, siapa yang bertanggung jawab?," kata Hidayat.

Terkait dana talangan atau adanya kredit yang ditawarkan perbankan untuk pembiayaan haji, Hidayat menegaskan perlu adanya kajian yang serius untuk hal ini.

Namun, jika dilihat dari syarat kemampuan maka sebenarnya mereka yang menggunakan dana talangan perbankan merupakan orang yang belum wajib haji.

"Harusnya bagi mereka yang menggunakan dana talangan seharusnya dia akan berangkat belakangan. Karena sebetulnya dia tidak wajib haji. Jadi ini bisa diatur sebaik-baiknya," kata Hidayat.

Hidayat juga menegaskan PKS mengusulkan agar pemerintah tidak hanya mementingkan pengelolaan prahaji dan saat haji saja. Namun pemerintah juga harus bisa mengelola pascahaji.

"Pemerintah bisa lakukan pembinaan bagi mereka-mereka yang sudah haji. Jika para haji yang mabrur bisa dikelola dengan baik maka tentu akan sangat bermanfaat," kata Hidayat. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat