PKT gelar "AKHLAK Talk" perkuat nilai adaptif dan kolaboratif

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menggelar "AKHLAK Talk" yaitu bincang-bincang mengenai penguatan nilai adaptif dan kolaboratif sesuai yang dicanangkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk menginternalisasi budaya tersebut di lingkungan Pupuk Indonesia Grup.

Direktur Keuangan dan Umum PKT Qomaruzzaman dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan kegiatan dengan tema "To Be One and Agile" tersebut sebagai bentuk dukungan PKT dalam memperkuat internalisasi budaya AKHLAK di lingkungan BUMN, khususnya bagi karyawan Pupuk Indonesia Grup.

"Utamanya dalam dua core value yang kita bahas kali ini, agar insan PI (Pupuk Indonesia) Grup terus mengedepankan inovasi dan antusias dalam menghadapi perubahan, serta mampu membangun kerja sama yang sinergis di lingkungan kerja," ujar Qomaruzzaman.

Dari kegiatan ini, kata dia, diharapkan core value AKHLAK sebagai semangat dalam mendorong kinerja mampu diterapkan secara konsisten sebagai identitas dan perekat budaya kerja secara berkelanjutan.

PKT berkolaborasi bersama Srikandi dan BUMN Muda dalam menggelar kegiatan yang dilakukan secara hybrid dan diikuti ratusan karyawan dari seluruh lingkungan Pupuk Indonesia Grup.

Empat pemimpin milenial di lingkungan Pupuk Indonesia Grup hadir sebagai pembicara, yaitu dari PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Rekayasa Industri, dan PT Pupuk Indonesia (Persero). Hadir pula pemateri eksternal Didi Mudita selaku CEO Impact Factory.

Qomaruzzaman mengatakan bahwa AKHLAK sebagai budaya kerja BUMN sudah seharusnya diterapkan secara utuh sesuai kebijakan perusahaan.

Khusus lingkup PKT, adaptif merupakan core value AKHLAK paling kuat di mana perusahaan tengah melakukan inisiatif strategi untuk pengembangan bisnis di fase kedua pertumbuhan.

Semangat "Future is Ours" yang digaungkan PKT, kata dia, menjadi bagian implementasi adaptif untuk mengoptimalkan sumber daya, serta meningkatkan kinerja perusahaan dengan merespons perubahan dengan sangat baik.

"Terlebih PKT saat ini didominasi karyawan milenial, sehingga butuh sistem dan keteraturan dengan memahami value dari tiap generasi," kata Qomaruzzaman.

Direktur SDM, Tata Kelola, dan Manajemen Risiko Pupuk Indonesia Tina T Kemala Intan juga mengungkapkan internalisasi budaya AKHLAK di lingkungan Pupuk Indonesia Grup terus didorong perusahaan secara berkelanjutan, yaitu dengan menanamkan seluruh nilai melalui role model agar mampu terimplementasi dan berdampak terhadap kinerja unggul.

Hal ini dinilai sebagai tantangan ke depan, agar core value AKHLAK yang sejauh ini berhasil diterapkan dapat turut mendorong kinerja perusahaan.

"Seperti adaptif, salah satunya dilihat dari beragam inovasi yang lahir dan digagas untuk mencapai kinerja optimal. Tinggal ke depan bagaimana meningkatkan jumlah ide kreatif menjadi sebuah terobosan, sehingga mampu meningkatkan revenue maupun efisiensi secara signifikan," kata Tina.

Seiring transformasi bisnis Pupuk Indonesia, lanjut Tina, budaya adaptif sudah seharusnya dilaksanakan secara kolaboratif guna mendorong kontribusi karyawan melalui kerja sama aktif untuk memberikan nilai tambah terhadap kemajuan perusahaan.

Menurutnya, kunci dari keberhasilan kolaborasi, diukur dari adanya perubahan ke arah lebih baik dan tercermin dalam semangat kerjasama yang dibangun.

"Untuk itu kami berpesan, budaya adaptif dan kolaboratif ini bisa terus ditingkatkan insan perusahaan dalam aktivitas kerja, agar Pupuk Indonesia mampu memberikan kontribusi yang jauh lebih besar bagi bangsa dan negara. Sekaligus menjadi role model budaya AKHLAK di lingkup BUMN," kata Tina.

Baca juga: PKT gandeng Asosiasi Makanan-Minuman Bontang bentuk UMKM kompetitif
Baca juga: PKT olah 35 ribu ton limbah batu bara dukung komitmen ESG
Baca juga: PKT salurkan beasiswa PKTPP 2022 bagi 48 anak di Bontang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel