PKT salurkan hewan kurban hingga Papua lewat Baznas

Unit Pengumpul Zakat PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menyalurkan hewan kurban bagi masyarakat Papua dan Papua Barat melalui layanan Kurban Online Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai Rp125 juta.

Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) PKT Nur Sahid dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, mengatakan bantuan hewan kurban yang disalurkan di lima kabupaten yakni Sorong, Raja Ampat, Fakfak, Bintuni, dan Kaimana, juga merupakan bentuk dukungan terhadap program Baznas yang membuka layanan kurban online.

"Penyaluran hewan kurban ini bertujuan untuk meningkatkan manfaat zakat dengan menjangkau mustahiq hingga daerah terpencil," katanya.

Hal ini, lanjutnya, sesuai Peraturan Baznas RI Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pendistribusian Zakat, yang mengamanatkan penyaluran sesuai kategori delapan asnaf penerima zakat serta menitikberatkan pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Penyaluran zakat Baznas mengacu pada lima pedoman meliputi bidang ekonomi, kesehatan, dakwah dan advokasi, serta pendidikan dan kemanusiaan.

"Kami harap penyaluran hewan kurban ini bisa membantu masyarakat di Papua Barat, sebagai wujud pendayagunaan zakat karyawan PKT yang terkumpul melalui UPZ," kata Nur Sahid.

Baca juga: Baznas: Penyembelihan hewan kurban dilakukan di RPH

Salah satu pimpinan Basnaz Saidah Sakwan mengungkapkan Kurban Online Baznas digagas untuk memberi kemudahan masyarakat dalam berkurban. Pada program ini hewan kurban dibeli langsung dari peternak binaan Baznas untuk disembelih dan didistribusikan hingga tingkat desa yang tersebar di 34 provinsi.

"Baznas selalu mengupayakan agar segala bentuk kebaikan dapat dirasakan manfaatnya orang banyak. Maka untuk tahun ini sebaran distribusi kurban ditambah jadi 34 provinsi dan dua negara, dari sebelumnya 28 provinsi dan dua negara yakni Palestina dan Suriah," terang Saidah.

Baznas juga melakukan berbagai mitigasi dan pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di seluruh balai ternak binaan. Mulai dari membatasi orang yang masuk ke kandang, melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di kandang maupun perlengkapan kerja, hingga memberi pakan dan obat vitamin demi meningkatkan imunitas ternak.

"Kemudian Baznas juga intensif melakukan koordinasi dengan dinas setempat untuk mencegah timbulnya wabah, dan terus melakukan edukasi pencegahan PMK kepada peternak Mustahiq. Berbagai upaya itu ditujukan demi memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," kata Saidah.

Baca juga: BAZNAS: Protokol COVID-19 hewan kurban sifatnya menyeluruh

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel