Planet Mars 'Lahir' dari Gempa Bumi

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah

VIVA – Planet Mars 'lahir' dari gempa Bumi. Artinya, gempa Bumi berperan penting dalam pembentukan planet merah tersebut. Interior Planet Mars untuk pertama kalinya disimulasikan dan bisa memberi tahu kita tentang apa yang ada di sana dan bagaimana mereka terbentuk.

Dikutip dari situs Metro, Kamis, 14 Mei 2020, ukuran gempa Bumi di planet merah itu telah diukur dengan data dari Robot Pendarat InSight. Robot milik Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) itu telah mendeteksi ratusan peristiwa penting sejak mendarat pada 2018.

Data seismik yang didapat mengungkap lapisan batuan di bawah tanah beserta asal-usulnya. Ilmuwan Keisuke Nishida mengatakan Robot InSight telah memberi ilmu pengetahuan, baik dalam penjelajahan di Planet Mars maupun Bumi.

"Penelitian menjadi menarik karena kita menjadi tahu skala menakutkan dari gempa Bumi. Kita juga bisa menyelidikinya dengan aman dari sini (Bumi)," kata Nishida. Inti planet tetangga Bumi ini diperkirakan sebagian besar terdiri dari besi dan beberapa unsur yang lebih ringan seperti belerang.

Pengamatan yang didapat oleh Robot InSight akan dibandingkan dengan data dari robot lainnya dari misi Planet Mars. Dari hasil yang didapat menyebutkan bahwa ilmuwan bisa mengonfirmasi tentang komposisi planet merah itu Mars beserta asal-usulnya.

Planet Mars memiliki jarak 35-250 juta mil dari Bumi, tergantung pada posisi Bumi dengan Matahari. Nishida juga beranggapan bahwa melakukan simulasi lebih masuk akal dibanding dengan pengamatan yang menghabiskan biaya tidak sedikit, termasuk dengan mengirim manusia ke sana.

Meski ada data seismik, lanjut Nishida, bisa saja ada informasi yang hilang. Sedangkan, para ilmuwan perlu tahu sifat besi yang diasumsikan sebagai inti dari Planet Mars. Penelitian menghitung gelombang primer serta jenis gelombang seismik tercepat dalam komposisi besi.

"Kendala teknis membuat kami harus menunggu lebih dari tiga tahun untuk mengumpulkan data ultrasonik yang dibutuhkan. Saya sangat senang sekarang kami memilikinya," ungkap Nishida.