Plasma Hero, Gerakan Mulia dari Kota Malang untuk Indonesia

Lis Yuliawati, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gerakan donor plasma konvalesen diusung oleh komunitas asal Kota Malang, yakni Plasma Hero. Mereka mengajak para penyintas COVID-19 di seluruh Indonesia untuk mendonorkan plasma darah. Donor darah ini bisa dilakukan di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) seluruh Indonesia.

Founder Plasmahero, dokter Ariyani mengatakan target terdekat adalah seribu penyintas COVID-19. Dokter yang berdinas di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang ini mengungkapkan, tingkat pasien COVID-19 sembuh dengan pemberian donor plasma konvalesen sebesar 80 persen. Untuk itu dia mengajak para penyintas untuk melakukan tugas mulia ini.

"Kami ingin menggerakkan penyintas agar berani mendonorkan plasma darahnya agar mampu menyembuhkan pasien COVID-19 saat ini. Jadi kami akan mencanangkan Gerakan Nasional 1.000 plasma di Malang," kata Ariyani, Senin, 15 Februari 2021.

Ariyani mengungkapkan, di RSSA Malang efektifitas kesembuhan pasien hampir 80 hingga 90 persen. Untuk target seribu plasma darah dari penyintas COVID-19 di seluruh Indonesia. Karena tidak semua penyintas memenuhi syarat untuk mendonorkan plasma darah.

"Kriterianya itu, tensi darah normal, periode kesembuhan sebaiknya tidak lebih dari 14 hari dan jumlah antibodi yang ada pada tubuh penyintas harus tinggi. Terutama pada antibodi SARS-Cov-2 nya yang harus tinggi. Antara 1 per 80 sampai 1 per 320. Di cek itu, jika lolos, dia baru bisa mendonorkan," ujar Ariyani.

Ariyani mengatakan, bagi penyintas COVID-19 yang telah dinyatakan negatif COVID-19 segera mendatangi unit transfusi darah (UTD) terdekat untuk mendonorkan darah plasmanya. Penyintas setelah sembuh bisa melakukan skrining donor plasma konvalesen ke PMI atau UTD terdekat.

"Karena itu kami berharap agar penyintas COVID-19 terutama yang merasa memenuhi syarat untuk langsung memeriksakan diri dan membantu gerakan ini. Karena banyak pasien di sana yang membutuhkan terapi ini untuk sembuh," tutur Ariyani.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, Pemkot Malang akan mendukung penuh gerakan plasma hero. Dia meminta Dinas Kesehatan Kota Malang untuk berkolaborasi dengan TNI/Polri dan sejumlah instansi perkantoran seperti perbankan dan lainnya. Untuk mencari penyintas COVID-19 agar melakukan donor plasma.

"Saya ingin Dinas Kesehatan untuk segera berkolaborasi agar kegiatan tersebut segera terealisasi. Karena kegiatan ini merupakan bentuk gotong royong kita bersama dalam rangka mengatasi COVID-19. Seperti kita ketahui, donor plasma ini akan sangat membantu pasien COVID-19 untuk dapat segera sembuh dan melewati masa kritisnya," kata Sofyan Edi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Sri Winarni mengatakan mereka mendukung gerakan seribu donor darah plasma konvalesen. Mereka akan melakukan pendataan terlebih dahulu jumlah penyintas COVID-19 di Kota Malang. Dinkes juga telah menyiapkan, dua tempat yang memiliki alat transfusi darah plasma konvalesen yaitu PMI dan RSSA Kota Malang.

"Kalau yang pasti penyintas di Kota Malang 5.000 lebih. Tetapi kan ada persyaratan yang sudah negatif tiga bulan ke belakang dan lain sebagainya. Makanya ini masih proses berjalan. Jadi kami mengimbau nanti dalam gerakan ini untuk mengimbau para penyintas COVID-19 ini mau memberikan donor darah plasmanya," ujar Sri Winarni.