Platform Inaproduct.com Meluncur, Bantu UMKM Indonesia Unjuk Gigi di Dunia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Ina Product Indonesia meluncurkan platform inaproduct.com sebagai direktori produk Indonesia. Platform ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di Tanah Air untuk menjalankan bisnis mereka.

"Di tengah hari Sumpah Pemuda, saya senang sekali akhirnya harapan kami untuk punya direktori digital mengenai produk Indonesia terlaksana," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara virtual penandatanganan Nota Kesepahaman Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, dan Sarinah dengan PT Ina Product Indonesia pada Kamis (28/10/2021).

Teten mengaku menyambut baik kerja sama dengan Ina Product Indonesia dalam mendukung digitalisasi, produksi, dan pemasaran produk UMKM melalui inisiasi platform direktori Produk Indonesia, inaproduct.com.

Dengan adanya Inaproduct.com ini, ia berharap nantinya UMKM kita semakin mudah terhubung dengan pembeli di seluruh negeri.

Kementerian Koperasi dan UKM awalnya berniat membuat platform direktori produk Indonesia. Namun hal ini diurungkan. "Saya bilang ini harus dibikin oleh swasta, sehingga bisa berkelanjutan dan terus berkembang," terang Teten Masduki.

"Ini juga harus dikelola secara bisnis, bukan secara birokrasi," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

UMKM Tahan Banting

Kementerian Koperasi dan UKM sejak awal membuka kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak dengan prinsip transparan, akuntabel, dan semata-mata demi memajukan koperasi dan UMKM di Tanah Air.
Kementerian Koperasi dan UKM sejak awal membuka kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak dengan prinsip transparan, akuntabel, dan semata-mata demi memajukan koperasi dan UMKM di Tanah Air.

Dalam kesempatan itu, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi mengungkapkan tiga tantangan yang dihadapi para UMKM di Indonesia saat ini.

"Pertama adalah kurangnya pengalaman, jadi agak sulit beradaptasi. Kemudian yang kedua, adalah kurangnya jaringan atau networking, yang menyulitkan untuk berkompetisi, dan ketiga, kurang pendanaan," papar Mendag, kepada Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Ketiga permasalahan tersebut, menurut Mendag, menyebabkan UMKM Indonesia belum mempunyai daya saing yang baik.

Dalam tanggapannya terhadap masalah tersebut, Teten Masduki mengakui bahwa masih banyak catatan terkait kekurangan UMKM Indonesia.

"Tetapi masih ada kehebatannya, yaitu tahan banting," jelas Teten Masduki.

"Dari berbagai krisis ke krisis, UMKM bisa menyelamatkan ekonomi nasional. Karena itu, kita semua harus berterima kasih kepada UMKM, dan karenanya kita harus mendukung mereka untuk bangkit," terangnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel