Platform Online NUADU Berikan Pengalaman Belajar Seperti di Sekolah

Fimela.com, Jakarta Menjadi salah satu dampak dari pandemi virus Covid-19, terhitung sejak bulan maret lalu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lembaga pendidikan formal terpaksa harus dialihkan di rumah untuk menghindari penyebaran virus covid-19. Alhasil para orangtua kerap mengeluhkan sistem belajar virtual yang kurang efektif dibandingkan di sekolah. Namun tampaknya hal itu bukan lagi masalah besar bagi para orangtua untuk tetap dapat memantau perkembangan anak dalam proses belajarnya. Untuk menjawab tatangan dari dampak Covid-19 pada dunia pendidikan, NUADU, platform belajar digital atau aplikasi pendidikan yang tersebar diberbagai negara ini dirancang khsusus untuk memberikan setiap siswa pengalaman belajar yang unik berdasarkan kemampuan mereka, yang diukur terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran.

Nuadu menawarkan solusi yang efektif untuk mendukung proses belajar dan evaluasi pengetahuan. Platform dan aplikasi online mengidentifikasi kesenjangan belajar siswa, dan kemudian menyediakan data, konten, dan perangkat untuk menjembatani kesenjangan belajar siswa secara efektif. "Kami harus bisa mereplikasi KBM di sekolah agar bisa terjadi di rumah juga, maka kami harus memastikan 3 tahapan terjadi sebelum memulai KBM, yaitu pertama tahapan delivery yang merupakan penyampaian materi dari guru ke siswa, kemudian yang kedua pemberian penugasan dan assesment kepada siswa, dan yang ketiga, guru bisa memberikan umpan balik kepada siswa melalui laporan penilaian," jelas Frahel Theodora, Head of Curriculum NUADU melalui platform video conferencing (30/4). 

Platform Online Digital

Ilustrasi Belajar dari Rumah/Shutterstock.

Untuk mengukuhkan komitmennya, NUADU memberikan banyak kemudahan yang dapat dirasakan langsung oleh para guru dan siswa, diantaranya;

Personalisasi

Memanfaatkan pelatihan adaptif otomatis yang disesuaikan dengan kebutuhan, kurikulum, dan kesenjangan keterampilan kognitif peserta didik. Merancang jalur pembelajaran individu dan memberikan umpan balik formatif, yang dipersonalisasi kepada peserta didik, sehingga meningkatkan kemahiran dan keterlibatan mereka.

Penilaian formatif

Berlatih setiap hari pada latihan-latihan kecil dan siswa dapat langsung merima laporan terkait latihan tersebut secara instan.

Penilaian sumatif

Melacak kemajuan untuk menemukan celah keterampilan dan memberikan latihan tambahan untuk mengatasi kesenjangan

Tanggapi kebutuhan siswa dengan mempersonalisasikan konten

Diinformasikan oleh data, guru dapat menanggapi kebutuhan siswa dan meningkatkan keterlibatan siswa dengan merancang jalur pembelajaran individu. NUADU menyarankan latihan tambahan untuk siswa berdasarkan bidang kebutuhan masing-masing.

Konten berdasarkan kurikulum nasionalPaket konten yang tersedia konsisten dengan kurikulum nasional.

Singkatnya, NUADU dapat diimplementasikan ketika guru hendak memberi bahan ajar, penugasan dan evaluasi, seperti kuis, evaluasi formatof dan sumatif. Materi yang tersedia mulai dari jenjang pendidikan SD-SMA, dan lembaga pendidikan lainnya seperti Universitas, lembaga kursus, dan LSP. Melihat perkembangan dunia pendidikan di era saat ini, sistem belajar bukanlah satu-satunya masalah yang harus dihadapi, tetapi juga biaya yang harus dibayarkan.

Hal ini mendorong Pintek, sebuah penyedia jasa student loan untuk para siswa atau non siswa yang sedang menempuh pendidikan di berbagai macam lembaga pendidikan yang ada di Indonesia untuk meringankan biaya pendidikan dengan sistem cicilan. Student loan yang ditawarkan oleh Pintek tidak terbatas pada mitra Pintek saja, tetapi dapat dilakukan untuk seluruh lembaga pendidikan di Indonesia, tidak terkecuali NUADU. Besaran maksimum pinjaman yang dapat diberikan Pintek untuk biaya pendidikan adalah 2 Milyar. Besaran cicilan per bulan disesuaikan dengan besar pinjaman dan tenor pinjaman yang akan langsung diakumulasi saat mengajukan pinjaman pada website Pintek. Hal ini bisa menjadi alternatif bagi para orang tua untuk tetap memberikan pendidikan yang layak untuk anak tanpa dibebani oleh besaran biaya yang harus dibayarkan.

Penulis: Iffah Nurahmah

#ChangeMaker