Platform Streaming Tiongkok Youku Dituding Menjiplak Squid Game

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Platform streaming Tiongkok, Youku, dituding melakukan plagiarisme terhadap serial Korea Selatan, Squid Game, untuk game show terbaru mereka yang dalam bahasa Inggris berjudul Squid Victory.

Dalam kasus ini Youku membuat nama yang mirip, serta menjiplak artwork poster dari Squid Game. Hal ini akhirnya membuat mereka menjadi bulan-bulanan di internet.

Tak cuma nama yang mirip hingga penggunaan font yang sama, simbol lingkaran, persegi, dan segitiga dari serial Netflix tersebut juga muncul di poster Youku.

Dilansir South China Morning Post, dikutip Minggu (24/10/2021), kejadian ini bahkan sempat menjadi trending topic di media sosial Weibo pada Rabu pekan ini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tak Ada Diskusi dengan Netflix

Squid Game. (Twitter/ NetflixID)
Squid Game. (Twitter/ NetflixID)

Warganet mengatakan itu sebagai sebuah "plagiarisme yang terang-terangan" dan "memalukan."

"Di satu sisi, kita mengeluh tentang orang Korea yang mencuri budaya kita, dan di sisi lain, kita menyalin karya mereka saat mereka menghasilkan sesuatu yang populer," tulis seorang pengguna Weibo.

Global Times juga melaporkan bahwa menurut media setempat, Netflix menyatakan mereka tidak pernah mendiskusikan masalah hak cipta dengan platform tersebut.

Acara ini pun akhirnya diubah namanya menjadi Game Victory. Meski begitu, mereka tetap memiliki beberapa elemen yang terkenal di Squid Game.

Diklaim Sebagai Kesalahan Teknis

Foto Cuplikan Drama Squid Game Credit: Netflix
Foto Cuplikan Drama Squid Game Credit: Netflix

Youku mengatakan, acara ini adalah "pertunjukkan permainan dan jejaring sosial" pertama Tiongkok, yang akan menampilkan "permainan anak-anak" dan "pengembangan plot, serta tantangan kecerdasan dan kekuatan fisik.

Dalam sebuah unggahan di Weibo, Youku pun mengklaim bahwa kejadian tersebut adalah sebuah "kesalahan teknis."

"Kami membuat kesalahan. Kami keliru menggunakan desain awal yang sudah dihapus sebelumnya. Kami dengan tulus meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi," kata mereka.

Mereka pun mengatakan ke depannya, akan meningkatkan prosedur kerja mereka, dan menghabiskan lebih banyak upaya untuk menghadirkan produksi yang baik.

(Dio/Isk)

Infografis Pemblokiran Massal Web Streaming Ilegal

Infografis Pemblokiran Massal Web Streaming Ilegal. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Pemblokiran Massal Web Streaming Ilegal. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel