Platform "WargaKu" milik Pemkot Surabaya raih penghargaan Kemenpan-RB

Platform digital atau aplikasi pelayanan publik "WargaKu" milik Pemerintah Kota Surabaya meraih penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

"Alhamdulillah, aplikasi 'WargaKu' kembali mendapatkan penghargaan setelah sebelumnya mendapatkan penghargaan di ajang bergengsi PR Indonesia Awards (PRIA) 2022," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya M. Fikser di Surabaya, Jumat.

Penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dalam Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (P4) ke-4. Prosesi penyerahan penghargaan itu dilakukan di Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan Jakarta, Kamis (16/6).

Piagam penghargaan yang diterima oleh Pemkot Surabaya itu diserahkan oleh Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Widodo Muktiyo dan diterima oleh Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan Kota Surabaya M. Afghani Wardhana.

Baca juga: Pemkot Surabaya luncurkan aplikasi "Sayang Warga"
Baca juga: Aplikasi Peken permuda pemasaran toko klontong di Surabaya

Kompetisi tahunan yang sudah digelar empat kali ini diselenggarakan oleh Kemenpan-RB yang bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kominfo, Kantor Staf Presiden, dan Ombudsman. Kompetisi ini juga didukung oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan United Nations Development Programme (UNDP).

Menurut Fikser, selama ini, layanan pengaduan melalui "WargaKu" memang banyak menerima aduan warga, mulai dari pengaduan bansos, MBR, PJU, hingga informasi pemangkasan atau perantingan pohon. Berbagai pengaduan itu direspons cepat dan langsung dituntaskan. Tak heran jika layanan pengaduan ini diganjar penghargaan oleh pemerintah pusat.

Fikser mengatakan, penghargaan ini adalah bentuk kepercayaan publik yang diberikan kepada Pemkot Surabaya. Namun, dia memastikan bahwa penghargaan ini tidak akan membuatnya bersama jajarannya cepat puas.

"Sebaliknya, penghargaan ini menjadi cambuk bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi warga Surabaya," kata dia.

Baca juga: Nafas ekspansi sensor kualitas udara di Bandung & Surabaya

Baca juga: Legislator nilai banyak aplikasi dibuat Pemkot Surabaya tumpang tindih

Fikser juga menjelaskan bahwa yang terpenting adalah bagaimana warga Surabaya itu bisa mendapatkan segala akses informasi tentang pemerintah kota. Terlebih, lanjut dia, segala keluh kesah warga bisa diselesaikan pemkot melalui sejumlah entitas layanan yang disediakan Diskominfo Surabaya.

"Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana semua keluh kesah warga itu bisa diselesaikan oleh jajaran pemerintah kota, apalagi berbagai keluh kesah ini langsung nyambung ke ponsel Pak Wali Kota, sehingga pasti langsung direspons oleh teman-teman pemkot," ujar dia.

WargaKu atau Wadah Aspirasi Rukun tetangga rukun warga dan Kampung Unggul merupakan media interaksi dua sisi. Warga pelapor beserta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, bisa saling berinteraksi melalui chat yang ada di dalam fitur aplikasi.

"Keduanya bisa pula saling memantau status pengaduan. Apabila dalam waktu 1×24 jam pengaduan tidak ditanggapi, secara sistem laporan itu akan langsung masuk ke gawai milik Pak Wali Kota," kata dia.

Baca juga: Wali Kota minta warga Surabaya bisa adukan kasus korupsi lewat e-Laksa

Baca juga: Tiga aplikasi baru mudahkan pelayanan seputar pernikahan di Surabaya

Baca juga: Aplikasi e-Pelayanan SKM non-kesehatan diluncurkan di Surabaya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel