PLN bangun tiga PLTS guna listriki lima desa di Mimika Papua

·Bacaan 2 menit

PT PLN (Persero) membangun tiga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas 180 kWp guna melistriki lima desa di Distrik Amar dan Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Papua, sebagai kado Natal 2021 bagi masyarakat.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika Martinus Irianto Pasensi dalam siaran pers di Jayapura, Papua, Jumat, mengatakan setelah sebelumnya gelap, Desa Ipiri, Paripim, Yaraya, Aindua, dan Tapormai dengan 392 pelanggan kini dapat menyala 24 jam penuh setiap harinya.

"Masing-masing pembangkit yakni PLTS Ipaya berkapasitas 110 kWp untuk melistriki Desa Ipiri, Paripi dan Yaraya, serta PLTS Aindua kapasitas 40 kWp dan PLTS Tapormai kapasitas 30 kWp," katanya.

Menurut Martinus, pihaknya melihat ada potensi surya yang bisa dimaksimalkan dan hal ini juga merupakan salah satu bentuk komitmen PLN untuk menerangi desa-desa yang belum berlistrik menggunakan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) sebagai prioritas sehingga hal ini dapat meningkatkan bauran EBT.

"Hingga kini, total kebutuhan daya di lima desa tersebut mencapai 40 kW, ke depan diperkirakan masih ada potensi penambahan sebanyak 400 pelanggan yang dapat memaksimalkan daya yang dihasilkan oleh pembangkit ramah lingkungan ini," ujarnya.

Dia menjelaskan PLN memulai pekerjaan melistriki lima desa di dua distrik ini pada 2020 hingga selesai pada Desember 2021. Dalam prosesnya, pemerintah daerah sangat mendukung upaya PLN salah satunya dengan menanggung biaya penyambungan listrik untuk 392 pelanggan tersebut.

"Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika atas sinergi dan dukungan yang diberikan selama ini, sehingga proses pekerjaan dapat berjalan dengan lancar serta masyarakat pun akhirnya menikmati listrik yang telah dinanti-nantikan selama ini," katanya.

Dia menambahkan pihaknya berharap dapat bersama-sama dengan masyarakat untuk menjaga jaringan dan fasilitas listrik yang sudah ada agar suplai listrik untuk pelanggan bisa terus andal.

"Puji Tuhan saat ini sebagian besar masyarakat telah menjadi pelanggan kami, mudah-mudahan dengan adanya layanan listrik 24 jam penuh setiap harinya di sini, dapat mendorong peningkatan ekonomi dan pendidikan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah terbitkan regulasi terbaru dorong pengembangan PLTS atap
Baca juga: PLN rampungkan 11 proyek listrik skala besar selama pandemi di Papua
Baca juga: Kementerian ESDM terangi warga pedalaman di Papua dan Papua Barat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel