PLN Cetak Laba Rp 6,6 Triliun, Wamen BUMN Ingatkan Soal Ini

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN berhasil mencatatkan laba bersih Rp 6,6 triliun di semester I 2021. Melihat capaian tersebut, Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha ingatkan peran transformasi perusahaan.

Ia mengapresiasi hasil dari transformasi yang dilakukan PLN yang sudah menujukan hasil. Salah satunya, PLN bisa membukukan keuntungan pada semester satu ini sebesar Rp 6,6 triliun.

"Juga meningkatnya efisiensi dan realibility pelanggan dengan adanya perbaikan dalam SAIDI dan SAIFI," kata Pahala, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (31/8/2021).

Wamen BUMN menilai salah satu perubahan yang hendak dilakukan Kementerian BUMN maju ke depan adalah perubahan pola pikir dan budaya atau kultur kerja.

"Kami menilai perubahan _culture_ ini perlu dilakukan apalagi di tengah kemajuan zaman dan tuntutan situasi seperti saat ini. Oleh karena itu kami meluncurkan AKHLAK, dan kami mengapresiasi kepada PLN karena sudah melakukan perbaikan dalam kultur kerja dan menyesuaikannya dengan AKHLAK," katanya dalam acara PLN Culture Festival 2021, Senin (30/8/2021) kemarin.

Pahala juga berpesan transformasi tidak hanya dilakukan dalam jajaran human capital saja tetapi juga dalam bisnis model, melakukan berbagai inovasi dan juga menuju ke energi bersih dan pengurangan emisi global.

Informasi, SAIDI (System Average Interruption Duration Index) merupakan angka atau indeks durasi padam yang dialami konsumen dalam kurun waktu tertentu. Sementara SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) merupakan angka atau indeks frekuensi padam yang dialami konsumen dalam kurun waktu tertentu.

Sejak Januari hingga Juni 2021, dari target SAIDI 430 menit per pelanggan, PLN berhasil menurunkannya hingga hanya 273 menit per pelanggan. Sementara untuk SAIFI, dari target 9 kali per pelanggan, PLN berhasil menurunnya hingga hanya 3 kali per pelanggan.

PLN juga terus mendorong digitalisasi untuk mengakselerasi tercapainya visi perusahaan untuk menjadi perusahaan kelas dunia.

Dengan demikian, digitalisasi membuat PLN bisa bergerak dengan cara pikir baru, cara berkomunikasi yang lebih efisien, cara memonitor yang lebih luas jangkauannya dan lebih terintegrasi, dan juga cara pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Beberapa capaian program digitalisasi yang berhasil mendorong kinerja ialah transformasi Dispatch Opimization dan Digital Procurement. Transformasi Dispatch Opimization menjadikan pengaturan sistem kelistrikan andal, kualitas dan ekonomis.

Sementara transformasi Digital Procurement menjadikan proses pengadaan terdigitalisasi secara end to end sehingga proses menjadi lebih transparan, simpel, dan efisien.

Wamen Pahala juga berharap PLN kedepan terus melanjutkan efisiensi dengan melakukan inovasi dan investasi yang tepat guna.

"Dengan tantangan ke depan maka perlu ada capex yang lebih efisien," tambah Pahala.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Budaya Perusahaan

Petugas PLN melakukan penyambungan penambahan daya listrik di Jakarta, Rabu (21/6). Menyambut lebaran, PLN memberikan bebas biaya penyambungan untuk rumah ibadah dan potongan 50 persen untuk pengguna selain rumah ibadah. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Petugas PLN melakukan penyambungan penambahan daya listrik di Jakarta, Rabu (21/6). Menyambut lebaran, PLN memberikan bebas biaya penyambungan untuk rumah ibadah dan potongan 50 persen untuk pengguna selain rumah ibadah. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sementara itu, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menjelaskan salah satu unsur penting dalam transformasi yang dilakukan PLN adalah budaya perusahaan. Untuk mendukung transformasi tersebut, PLN telah mencanangkan Program Budaya Nasional yaitu Program PLN 123.

Rinciannya, PLN 1 berfokus pada Governance Risk and Complience Culture, PLN 2 menekankan pada Collaboration and Performance Culture, dan PLN 3 bertujuan memperkuat _Service Culture.

Ia menilai untuk bisa membawa PLN lebih baik ke depan maka perlu mendorong semua orang yang ada di dalam perusahaan tersebut memiliki satu tujuan bersama, menyukseskan PLN.

"Mengelola 53 ribu pegawai dengan 100 ribu lebih tenaga alih daya tentu memerlukan budaya yang kuat sebagai pengikat dan pendorong agar melangkah bersama menuju visi yang dicanangkan melalui eksekusi strategi yang ditetapkan," kata Zulkifli.

Zulkifli menilai salah satu aspek penting dalam melakukan transformasi kultur perusahaan adalah menyerap nilai AKHLAK yang menjadi core values dari Kementerian BUMN. "Kami bersyukur bahwa Kementerian BUMN meluncurkan AKHLAK sebagai core values BUMN, ini menjadi energi luar biasa untuk PLN," tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel