PLN gandeng BSI bantu pengembangan sektor UMKM di Lombok

Royke Sinaga
·Bacaan 2 menit

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Mataram Nusa Tenggara Barat berkolaborasi dengan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam hal kemudahan penyediaan pembiayaan program pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta sektor pertanian di Lombok.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Selasa, sinergi tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman penyediaan layanan perbankan untuk mendukung program "electrifying agriculuture" dan UMKM yang ditandatangani Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mataram Dony Noor Gustiarsyah, bersama Area Manager BSI Sukma Dwie Priardi.

"Nota kesepahaman itu dilatarbelakangi adanya kesulitan pembiayaan para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya, khususnya dalam melakukan proses pasang baru atau tambah daya listrik," kata Dony.

Ia mengatakan bentuk nota kesepahaman diwujudkan dalam pemberian modal yang dapat dibayarkan secara fleksibel, menyesuaikan dengan masa panen para pelaku usaha.

Selain itu, PLN dan BSI juga akan fokus pada pemasaran bersama, yaitu PLN untuk penyediaan tenaga listriknya dan BSI terkait dengan pendanaannya.

"Sektor agrikulutura merupakan salah satu usaha tangguh yang mampu bertahan selama pandemi COVID-19. Dengan adanya nota kesepahaman, kami berharap sektor tersebut bisa semakin berkembang lagi," kata Dony.

Area Manager BSI Sukma Dwie Priardi juga menyambut baik kerja sama dengan PLN.

Menurut dia, dukungan untuk UMKM dan sektor pertanian sangat diperlukan guna memperluas usahanya.

"Ini merupakan sinergi yang baik. Apalagi di masa pandemi, tentu kebutuhan pembiayaan akan meningkat. Tentunya dengan adanya program electrifying agriculture dari PLN kami siap mendukung," ucap Sukma.

Layanan "electrifying agriculture" diluncurkan PLN UP3 Mataram pada September 2020. Layanan tersebut memberikan kemudahan akses listrik bagi pelaku usaha sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan.

Para pelaku usaha dapat memperoleh fleksibilitas layanan untuk meningkatkan produktifitasnya khususnya pada pompanisasi sawah, penggilingan padi, usaha tambak, pembibitan ikan, ternak dan lainnya.
Baca juga: Kemenkop UKM latih pelaku UMKM di Lombok Barat
Baca juga: Perkuat pertanian NTB, Mentan serahkan bantuan Rp120 miliar
Baca juga: Mentan panen 1.000 ekor pedet di Lombok Tengah