PLN gandeng perusahaan nikel kerja sama transisi energi

PT PLN (Persero) menggandeng salah satu perusahaan nikel di Indonesia yaitu PT Mitra Murni Perkasa (MMP) untuk bekerja sama mengurangi emisi dan beralih dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan (EBT).

Kerja sama itu merupakan salah satu upaya PLN mempercepat pencapaian target Indonesia tanpa emisi (net zero emission) pada 2060 sekaligus menunjukkan sektor swasta turut mendukung upaya tersebut.

Di sela-sela rangkaian acara G20 “Energy Transition Day” di Nusa Dua, Bali, minggu ini, PLN dan PT MMP, yang merupakan anak usaha MMS Group Indonesia, meneken nota kesepahaman kerja sama (MoU) tentang penyediaan energi baru terbarukan, dan kerja sama pembelian sertifikat EBT/Renewable Energy Certificate (REC).

Perwakilan PT MMP Achmad Zuhraidi sebagaimana dikutip dari siaran tertulisnya di Denpasar, Kamis, menyampaikan kerja sama itu merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk transisi energi. Tidak hanya itu, aksi transisi energi yang dilakukan banyak pihak saat ini juga menjadi peluang bagi industri, terutama perusahaan nikel.

“Pengembangan hilirisasi nikel yang memanfaatkan energi terbarukan merupakan kesempatan emas untuk pengembangan industri baterai nasional, khususnya dalam mendukung industri kendaraan listrik,” kata Zuhraidi.

Ia menambahkan dalam kerja sama itu PT MMP, yang merupakan perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) smelter nikel pertama di Indonesia, berencana memanfaatkan 140 MV daya listrik PLN, yang 50 persennya bersumber dari sumber energi terbarukan.

PT MMP saat ini tengah mengembangkan fasilitas smelter nikel di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang menghasilkan 27.800 metrik ton nickel matte per tahun. Nickel matte merupakan salah satu bahan baku baterai kendaraan listrik dan media penyimpanan energi (ESS). Produksinya nanti menggunakan teknologi Rotary Klin-Electric Furnace (RKEF).

Di acara G20 Energy Transition Day, PLN juga meneken kerja sama pembelian REC dengan perusahaan lainnya, antara lain PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Asahimas Chemical, PT Bumi Suksesindo, PT United Tractor Tbk., dan PT Indo Kordsa Tbk.

Baca juga: Sri Mulyani harap PLN bisa sediakan program kerja sama kurangi emisi

Baca juga: PLN siap kerjakan Proyek PLTS Terapung wujudkan transisi energi