PLN Jakarta Prediksi Beban Puncak Malam Tahun Baru Capai 2689 MW

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka menyambut pergantian tahun, PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya melakukan inspeksi di sejumlah gardu induk 20 kilo Volt (kV) dan pengatur distribusi listrik di kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) pada Rabu (30/12/2020).

Inspeksi dilakukan serentak oleh seluruh manajemen PLN UID Jakarta Raya untuk melihat secara langsung kesiapan petugas dan jaringan listrik untuk malam pergantian tahun.

"Kebanyakan masyarakat Jakarta akan merayakan malam pergantian tahun di rumah karena tidak ada keramaian di tempat umum, kami berupaya maksimal menjaga keandalan listriknya," ucap General Manager PLN UID Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan, dalam keterangan tertulis, Rabu (30/12/2020).

PLN juga memantau kelistrikan di kantor stasiun televisi nasional untuk memastikan listrik andal saat penyiaran acara malam pergantian tahun.

Prediksi beban puncak saat malam tahun baru yaitu 2689 Mega Watt (MW), lebih kecil dibanding dengan realisasi tahun lalu yang mencapai 2815 MW.

"Beban puncak tahun baru kali ini diperkirakan lebih rendah dibanding tahun lalu karena adanya PSBB transisi dan pengendalian ketat di Jakarta," lanjut Doddy.

Selain siaga tahun baru, PLN juga tetap siaga dalam memantau keandalan rumah sakit rujukan Covid-19 dan fasilitas penunjang lainnya.

Beban Puncak Pemakaian Listrik PLN saat Natal 2020 Turun 3,15 Persen

Petugas melakukan pemeliharaan kabel listrik di Jakarta, Sabtu (26/12/2020). PT PLN (Persero) menjamin ketersediaan pasokan listrik sepanjang Natal dan Tahun Baru 2020-2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas melakukan pemeliharaan kabel listrik di Jakarta, Sabtu (26/12/2020). PT PLN (Persero) menjamin ketersediaan pasokan listrik sepanjang Natal dan Tahun Baru 2020-2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya masih melaksanakan siaga kelistrikan Natal dan Tahun Baru mulai tanggal 24 Desember lalu sampai 2 Januari 2021. Perayaan Natal dan Tahun Baru saat masa pandemi Covid-19 ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada perayaan besar-besaran yang mengundang kerumunan.

Oleh karena itu konsumsi listrik di DKI Jakarta dan sekitarnya juga tidak sebanyak biasanya. Pada Kamis, 24 Desember 2020 saat Misa Malam Natal, beban puncak di malam hari mencapai 3.555 MW.

Sedangkan beban puncak tanggal 25 Desember yaitu sebesar 3.302 MW lebih kecil dibanding tahun lalu yang mencapai 3.410 MW. Penurunan 3,15 persen ini disebabkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan pengendalian ketat yang dicanangkan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mencegah penularan Covid-19.

Pada Bulan Desember sampai dengan minggu ke-3, secara akumulatif konsumsi listrik di wilayah kerja PLN UID Jakarta Raya yaitu sebesar 2144 GWh. Tentu saja angka ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 2598 GWh.

"PLN mencatat penurunan konsumsi listrik di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dalam masa libur Natal dan jelang tahun baru," tegas Doddy B. Pangaribuan, General Manager PLN UID Jakarta Raya, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (28/12/2020).

"Dalam siaga Nataru ini PLN juga tetap siaga menjaga keandalan pasokan listrik untuk rumah sakit dan fasilitas penunjang penanganan Covid-19," tambah Doddy.

Petugas PLN yang bertugas tetap menjaga protokol kesehatan dengan menerapkan sistem piket dan selalu mengutamakan prinsip 3 M, yaitu mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak.

Saksikan video pilihan berikut ini: