PLN jamin listrik untuk Formula E tak gunakan bahan bakar fosil

BUMN PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menjamin pasokan listrik untuk penyelenggaraan balap mobil Formula E dari tiga gardu induk PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya tidak menggunakan bahan bakar fosil .

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Doddy B Pangaribuan mengatakan suplai listrik PLN untuk Formula E yang pertama adalah dari energi listrik panas bumi (geothermal) dan kedua dari energi listrik tenaga air yang ramah lingkungan, bebas polusi udara dan suara

"Jadi tidak pakai bahan bakar minyak," ujar Doddy kepada wartawan di Jakarta Utara, Kamis.

Selain itu, kata Doddy, PLN UID Jakarta Raya yang merupakan bagian dari sistem kelistrikan Jawa, Madura, Bali, akan mendapat tambahan pasokan apabila nantinya pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga bayu (angin) sudah rampung.

"Pasokan utama adalah dari sistem Jawa-Madura-Bali, yang insya Allah sangat-sangat handal dengan berbagai cadangannya. Khusus pembangkit listrik tenaga bayu, memang skala besar baru ada di Sulawesi, namun kami juga sedang dalam penyelesaian yang besar ini di sistem Jawa-Madura-Bali bersama pembangkit listrik tenaga surya yang juga sedang dibangun," kata Doddy.

Sehingga, Doddy menjamin daya listrik yang dibutuhkan dalam ajang balap mobil listrik Formula E sebesar 7 MVA atau 7 juta volt ampere nantinya akan dipenuhi PLN dari energi hijau yang terjamin dalam produk sertifikat energi baru terbarukan (Renewable Energy Certificate/ REC).

Energi yang digunakan PLN dari pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) itu telah diaudit oleh sistem audit internasional, APX TIGRs yang berlokasi di California, Amerika Serikat.

"Kami siap memberikan renewable energy certificate yang disetujui lembaga berwenang di Amerika untuk membuktikan atau mengesahkan bahwa listriknya ini diambil atau dipasok dari energi baru terbarukan," kata Doddy.

Beban pemakaian listrik tertinggi yang pernah dicapai di Jakarta ini terjadi pada 18 April 2022, yaitu sebesar 5.300 megawatt. Adapun total kemampuan pasok listrik PLN UID Jakarta Raya sebesar 8.000 megawatt.

Sehingga, Doddy memastikan pasokan listrik untuk Formula E cukup aman dan tidak akan mempengaruhi pelayanan listrik bagi masyarakat Jakarta Raya.

"Jadi masih ada 2.700 megawatt yang bisa digunakan dibanding kebutuhan hanya tujuh megawatt. Jadi aman, aman sekali ya. Dari sisi pasokan, tidak ada masalah," kata Doddy.

Gardu distribusi khusus untuk menyuplai listrik di Jakarta International ePrix Circuit, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (12/5/2022). ANTARA/ Abdu Faisal
Gardu distribusi khusus untuk menyuplai listrik di Jakarta International ePrix Circuit, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (12/5/2022). ANTARA/ Abdu Faisal


Sejalan dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait “Jakarta Langit Biru” dan tujuan penyelenggaraan Formula E untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dengan cara mengkampanyekan udara bersih, maka PLN siap mendukung upaya menjadikan Jakarta kota nol emisi pada 2050 itu, dimulai dengan dukungan bagi transportasi bebas emisi, berkelanjutan dan sistem transportasi terintegrasi.

"Kami siap mendukung penyelenggaraan Formula E dengan energi ramah lingkungan, bebas polusi udara dan suara dari produk energi terbarukan," ujar Doddy.

Total investasi untuk memenuhi kebutuhan listrik Formula E senilai Rp 7 miliar. Untuk mendukung ajang internasional tersebut, PLN telah mempersiapkan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) yang telah digelar sepanjang 6,8 kilometer sirkuit (kms). Pembangunan gardu distribusi khusus bagi Formula E itu sudah mencapai 90 persen dan direncanakan selesai 100 persen pada 25 Mei 2022.
Baca juga: Formula E jadi komitmen langit biru
Baca juga: Peluang besar jadikan balapan lebih ramah lingkungan dengan Formula E

Baca juga: 1 Mei, Panitia jual resmi tiket Formula E seharga Rp250 ribu-Rp10 juta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel