PLN Jatim Ajak Pelanggan Baca Meteran Listrik Mandiri, Begini Caranya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur (Jatim), A Rasyid Naja mengajak pelanggan atau pengguna listrik untuk membaca meteran listrik secara mandiri.

"PLN mengajak ajak masyarakat baca meter menggunakan fitur Swadaya Catat Angka Meter (SwaCAM) melalui aplikasi PLN Mobile maupun WhatsApp Messenger PLN 123 dengan nomor 08122 123 123," ujarnya, Kamis (20/5/2021).

Rasyid menjelaskan, fitur SwaCAM memberikan transparansi pemakaian listrik bagi pelanggan, sehingga memudahkan pelanggan untuk mengetahui estimasi tagihan listrik pada bulan berikutnya.

"Baca meter mandiri bisa dilakukan oleh pelanggan mulai tanggal 24 - 27 setiap bulannya bisa melalui SwaCam di aplikasi PLN Mobile, cepat, mudah dan akurat. Caranya mudah pelanggan hanya perlu mengirim foto angka stand meter yang akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik," ucapnya.

Rasyid mengatakan, jumlah pelanggan di Jawa Timur yang telah memanfaatkan SwaCam melalui WhatsApp Messanger sebanyak 10.292 pelanggan dan 2.109 melalui aplikasi PLN Mobile.

"Jika pelanggan tidak dapat mengirimkan angka stand dan foto pada tanggal baca mandiri yang disediakan bagi pelanggan pada tanggal 24 sampai 27, maka angka stand yg akan digunakan adalah hasil dari baca petugas PLN," ujarnya.

Rasyid mengungkapkan, tercatat mulai bulan Mei 2020, PLN kembali melaksanakan pembacaan meter secara langsung ke rumah pelanggan pascabayar.

"Petugas PLN dalam melakukan pembacaan meter ke rumah pelanggan, menggunakan standar APD dengan tetap memperhatikan Pedoman Pencegahan Penyebaran Covid-19," ucapnya.

Pencocokan Angka Meteran

Rasyid mengatakan, jika pelanggan tidak dapat mengirimkan foto angka stand meter ataupun lokasi kWh meter tidak dapat didatangi oleh petugas PLN, maka pemakaian listrik akan diperhitungkan rata-rata 3 bulan terakhir.

"Jika pengiriman angka stand dan foto kWh meter oleh pelanggan di luar dari tanggal yang telah ditetapkan, yaitu tanggal 24 - 27, maka tidak akan dijadikan angka dalam perhitungan tagihan listrik," ujarnya.

Rasyid menegaskan, setiap tiga bulan PLN akan melakukan pencocokan angka stand kWh meter khusus hasil kiriman pelanggan dengan angka faktual hasil pembacaan petugas PLN, dan akan dilakukan penyesuaian pada perhitungan tagihan listrik.

"Untuk itu pelanggan diharapkan mengirimkan angka dan foto stand sesuai dengan yang tertera di kWh meter sehingga tidak terjadi penyesuaian tagihan naik atau turun secara berlebihan," ucapnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: