PLN klaim pasokan batu bara pembangkit capai 21 hari operasi

·Bacaan 1 menit

PT PLN (Persero) mengklaim ketersediaan pasokan batu bara pembangkit listrik saat ini mencapai 21 hari operasi dan memadai untuk menjaga keandalan listrik selama Lebaran 2022.

"Pasokan batu bara aman walaupun harga internasional naik terus, tapi kami terus lakukan monitoring day to day. Rata-rata stok batu bara kami yang sempat mengalami krisis, saat ini di atas 21 hari," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di kawasan PLTU Suralaya, Cilegon, Banten, Rabu.


Saat ini, total kapasitas pembangkit terpasang di Indonesia mencapai 64,3 gigawatt dengan total beban puncak diperkirakan mencapai 34,27 gigawatt saat perayaan Idulfitri.

Selain memastikan pasokan batu bara, PLN juga menjamin ketersediaan suplai energi primer lainnya seperti gas alam dan bahan bakar minyak dengan hari operasi di atas 15 hari untuk mendukung operasional pembangkit listrik di Indonesia.

Dari sisi pasokan daya di wilayah Jawa, Madura, dan Bali, saat ini PLN mempunyai total daya terpasang mencapai 45,1 gigawatt. Adapun beban puncak selama Lebaran diperkirakan mencapai 21,07 gigawatt.

Sedangkan untuk wilayah Sumatera memiliki kapasitas terpasang 9,3 gigawatt dengan beban puncak 6,8 gigawatt. Sementara Kalimantan saat ini mempunyai kapasitas terpasang 2,7 gigawatt dengan beban puncak 1,7 gigawatt.

Kemudian untuk wilayah Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, PLN juga menyiagakan pembangkit dengan total kapasitas terpasang 7,2 gigawatt. Beban puncak wilayah ini kini mencapai 4,7 gigawatt.

Selama masa siaga Apel Idul Fitri 1443 H yang disiapkan selama H-7 sampai dengan H+7, PLN memastikan tidak melakukan pemeliharaan maupun pekerjaan konstruksi agar pasokan listrik ke masyarakat tidak mengalami gangguan.

Baca juga: Skema kontrak jangka panjang jamin stok batu bara PLN untuk PLTU

Baca juga: PLTU Berau manfaatkan bahan bakar cangkang sawit

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel