PLN: Konsumsi listrik industri tekstil di Jabar tumbuh 11 persen

·Bacaan 2 menit

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (IUD) Jawa Barat (Jabar) mencatat konsumsi listrik sektor tekstil pada Januari hingga Maret 2022 tumbuh sebesar 11 persen atau mencapai 1,53 terawatt hour (TWh) dibandingkan periode yang sama 2021.

"Pertumbuhan konsumsi listrik industri tekstil di wilayah Jawa Barat mulai bangkit dan bahkan pecah rekor setelah dua tahun berturut-turut sempat minus dibanding sebelum pandemi," kata Manajer Layanan Prioritas PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Muhammad Ardian dalam keterangan persnya di Bandung, Jabar, Senin.

Kenaikan ini tertinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada dua tahun berturut turut sebelumnya yaitu -4 persen atau 1,50 TWh di 2020 dan -8 persen di 2021 atau 1,38 TWh, yang menjadi titik terendahnya.

"Meski pandemi COVID-19 belum sepenuhnya teratasi, industri tekstil mulai bangkit dan kembali menjadi salah satu sektor yang konsumsi listriknya tinggi. Berdasarkan data PLN UID Jabar, performa industri garmen atau tekstil sepanjang triwulan I 2022 ini berada di zona positif pertama kalinya selama pandemi," kata Ardian.

Selain karena peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 2022, PLN juga mencatat adanya kenaikan penggunaan listrik oleh beberapa pabrik tekstil yang mengalihkan sumber listriknya dari pembangkit sendiri ke listrik PLN melalui program insentif captive power.

"Melalui insentif ini, beberapa pelanggan tekstil yang sebelumnya menggunakan pembangkit listrik miliknya sendiri, kini beralih menggunakan listrik PLN. Atas pengalihan tersebut, PLN memberikan diskon atau insentif tarif yang lebih kompetitif jika dibanding pelanggan harus mengoperasikan pembangkit listriknya," kata Ardian.

Di Jawa Barat, industri tekstil dan produk tekstil terbesar untuk daya 200 kVA ke atas berada di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya sebanyak 248 pelanggan dengan total daya 332,65 megavolt ampere (MVA).

Peringkat kedua ditempati PLN UP3 Cimahi sebanyak 183 pelanggan dengan daya 281,34 MVA. Sedangkan peringkat ketiga industri tekstil terbanyak berada di PLN UP3 Bandung sebanyak 124 pelanggan dengan total daya 213,11 MVA.

Pada 2022, Ardian optimistis konsumsi listrik industri tekstil dan produk tekstil di Jawa Barat akan semakin tumbuh seiring kondisi perekonomian Indonesia yang lebih baik.

Selain tekstil, beberapa segmen yang juga mengalami kenaikan konsumsi listrik dibanding triwulan yang sama pada 2021, di antaranya sosial/fasilitas umum/olahraga yang naik 23,02 persen, perhotelan naik 23,07 persen, restoran naik 13,82 persen, serta tempat wisata dan hiburan naik 26,01 persen.

Baca juga: PLN catat penjualan listrik di triwulan I-2022 naik 8,42 persen
Baca juga: Beban puncak listrik Jawa-Bali capai rekor baru, sinyal kuat pemulihan
Baca juga: PLN operasikan PLTS Selayar, kurangi emisi karbon 1.400 ton CO2/tahun

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel