PLN: Listrik padam di Bekasi akibat perbaikan jalan

Ahmad Buchori
·Bacaan 2 menit

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyatakan kejadian listrik padam di Kota Bekasi sepanjang November tahun ini diakibatkan sejumlah kegiatan pembangunan yang tengah dilakukan di wilayah tersebut.

"Kejadian padamnya listrik akibat material, ada beberapa juga yang disebabkan karena kegiatan pekerjaan pembangunan khususnya perbaikan jalan di seputaran Kota Bekasi," kata Manager Bagian Jaringan PLN UP3 Bekasi Deni Cardiana, Jumat.

Deni menyebut kejadian listrik padam salah satunya disebabkan pekerjaan perbaikan jalan di depan Mal BTC, Jalan Joyo Martono, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

"Aset kita terkena kegiatan becko sehingga menyebabkan ganguan," ungkapnya.

Kejadian serupa di wilayah Mustikajaya dan Bekasi Utara beberapa waktu lalu juga diakibatkan perbaikan jalan dibarengi dengan proyek galian milik pemerintah daerah yang mengenai aset milik PLN hingga menyebabkan listrik padam.

Pihaknya meminta pemerintah daerah untuk berkoordinasi saat melaksanakan kegiatan proyek infrastruktur guna meminimalisasi gangguan kelistrikan yang berdampak pada masyarakat luas.

Menurut dia, Pemerintah Kota Bekasi sejatinya sudah membuka komunikasi hanya saja untuk proyek-proyek dengan skala besar namun tidak dengan kegiatan perbaikan jalan ataupun proyek skala kecil lainnya.

"Seandainya ada koordinasi mungkin kami bisa mengawal sehingga kejadian yang merusak aset PLN bisa kita cegah lebih awal," katanya.

Deni mencatat sepanjang November 2020 telah terjadi 18 kali trip feeder. 13 kasus di antaranya dampak dari terganggunya aset PLN akibat pembangunan atau galian infrastruktur jalan skala kecil.

“Jadi masyarakat tahunya itu kalau listrik padam ya karena PLN. Padahal ada gangguan aset kita," katanya.

Pihaknya mengaku memiliki protokol dalam menjalani aktivitas kelistrikan. Standar pelayanan saat terjadi trip atau padam listrik sejatinya maksimal hanya tiga jam. Setelah itu, masyarakat atau pelanggan dapat kembali merasakan kebutuhan listriknya.

"Jadi ada pola yang sudah baku di PLN, pada saat trip kita sudah melakukan kegiatan investigasi secara protap yang sudah tersusun, jadi upayakan tiga jam maksimal itu pelanggan sudah teraliri listrik kembali," ucapnya.

PLN juga mempunyai fider-fider yang ditanam di dalam tanah sehingga idealnya tingkat kehandalan dan keamanannya cukup tinggi.

"Rata-rata sekitar satu meter di bawah permukaan tanah, jadi sudah cukup aman kecuali proyek-proyek tadi yang saya sebutkan. Karena hanya beberapa saja jaringan kita yang ada di udara dan itu bisa kita antisipasi sebelumnya karena jaringan udara secara visual sudah bisa mengetahui potensi potensi penyebab gangguan," kata dia.

Baca juga: Manajemen PLN Bekasi kunjungi pelanggan dalam rangkaian Harpelnas 2020

Baca juga: PLN Cikarang jaga kehandalan listrik selama pandemi COVID-19