PLN manfaatkan sisa abu PLTU sebagai bata bedah rumah warga Ende NTT

·Bacaan 1 menit

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjalankan Program Bedah Rumah milik warga Kabupaten Ende, Pulau Flores, dengan memanfaatkan material Fly Ash Bottom Ash (FABA) atau abu sisa pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa.

"Ada tujuh unit rumah yang menjadi sasaran Program Bedah Rumah ini yang kita lakukan dengan bahan baku utama dari FABA," kata General Manager PT PLN (Persero) UIW NTT Agustinus Jatmiko dalam keterangan yang diterima di Kupang, Sabtu.

Program Bedah Rumah, lanjut dia, merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan PLN dengan total nilai bantuan sebesar Rp140 juta untuk pembangunan rumah yang layak dihuni bertipe 35 meter persegi.

Agustinus mengatakan keunikan dari program bedah rumah ini yakni memanfaatkan material FABA dari PLTU Ropa sebagai salah satu prinsip ekonomi sirkular.

Baca juga: Kementerian PUPR: Program bedah rumah atasi permasalahan RTLH

Ia menjelaskan dalam pelaksanaan, material FABA diolah menjadi bata interlock yang digunakan sebagai dinding bangunan rumah. Bata interlock merupakan hasil olahan dari warga Ende sendiri yang sebelumnya telah dilatih PLN.

Penggunaan bata interlock ini, kata dia, sangat membantu warga karena dapat menghemat biaya material hingga 40 persen.

"Inovasi pemanfaatan FABA ini sudah berjalan sudah setahun sehingga kita berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat penerima manfaat," katanya.

Sementara itu Bupati Ende Djafar Achmad mengapresiasi pihak PLN yang telah menghadirkan inovasi pemanfaatan FABA untuk membantu pemerintahannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Inovasi ini tentu sangat membantu masyarakat kami, apalagi dapat menghemat biaya pembangunan rumah hingga 40 persen," katanya.

Baca juga: Pemerintah dorong gotong royong bangun rumah layak huni

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel