PLN mengerahkan 413 personil untuk memulihkan listrik di NTT

Budi Suyanto
·Bacaan 1 menit

Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengerahkan 413 personil untuk memulihkan jaringan listrik di Nusa Tenggara Timur yang sebelumnya rusak akibat badai siklon tropis Seroja.

"Sampai dengan hari ini, PLN mengerahkan 413 personil terjun langsung memperbaiki 315 Gardu yang tersebar di NTT," kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur Agustinus Jatmiko dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Hingga pukul 17.00 WITA, lanjut dia, para teknisi telah memulihkan 786 gardu listrik yang terdampak banjir, sehingga 100.933 pelanggan rumah tangga kini sudah kembali menikmati pasokan listrik.

Baca juga: PLN: 2.410 gardu listrik di NTT rusak akibat badai tropis Seroja

"Pada daerah yang terendam banjir, kami terpaksa memadamkan sementara listrik dan segera menormalkanya setelah banjir surut," kata Agustinus Jatmiko.

Pemadaman listrik di daerah banjir dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat supaya mereka tidak tersengat listrik yang merambat melalui air.

Saat ini, PLN secara bertahap mulai menyalakan listrik di kota Kupang, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur guna mempercepat proses pemulihan pasca bencana.

Baca juga: Baru 10 persen listrik rumah tangga di NTT pulih pasca-badai tropis

Sejumlah kawasan di kota Kupang yang sudah menyala, antara lain sebagian kawasan Wali Kota, Ainiba, jalan Nangka, BTN Kolhua, sebagian Oebufu, Oepui, sebagian Cak Doko, Telkom Kandaptrapton, dan Telkom Public Service.

Badai siklon tropis Seroja telah menyebabkan 3.983 gardu distribusi yang tersebar di Kupang, bagian barat Flores, bagian timur Flores, dan Sumba padam.

Kondisi wilayah yang porak poranda akibat terjangan badai juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur kelistrikan, sehingga menyebabkan proses pemulihan jaringan listrik harus dilakukan bertahap dan memerlukan waktu.

"PLN terus mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan dan bersabar untuk penormalan kelistrikan," kata Agustinus Jatmiko.