PLN operasikan empat infrastruktur kelistrikan dukung ekonomi Jakarta

·Bacaan 3 menit

PT PLN (Persero) mengoperasikan empat infrastruktur kelistrikan baru di Jakarta sebagai komitmen perusahaan menjadikan listrik sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) Ratnasari Sjamsuddin berharap pengoperasian infrastruktur kelistrikan ini dapat memberikan layanan listrik andal dan berkualitas bagi sentra perekonomian dan bisnis di Jakarta.

"Kebutuhan pasokan listrik terus meningkat di Jakarta, terlebih lagi sebagai ibu kota negara yang menjadi pusat pemerintahan sekaligus pusat kegiatan ekonomi nasional," kata Ratnasari dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Keempat infrastruktur kelistrikan tersebut adalah GIS 150 kV Muara Karang Baru, Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) Pulogadung II - New Pulogadung Sirkit 2, Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Pulogadung II, dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pulogadung II Incomer.

Untuk GIS 150 kV Muara Karang Baru, pemberian tegangan perdana atau energize dilakukan dalam dua tahap. Pemberian tegangan pertama dilakukan pada Selasa (2/11) pukul 22.11 WIB, dan energize keseluruhan berhasil dilakukan pada Selasa (9/11) pukul 00.18 WIB.

Ratnasari mengungkapkan pembangunan proyek GIS 150 kV Muara Karang Baru di lahan seluas 22.392 meter persegi senilai Rp119,8 miliar ini bermanfaat bagi keandalan pasokan listrik di ibu kota.

Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan GIS 150 kV Muara Karang Baru ini memperhitungkan aspek penggunaan produk lokal atau TKDN sebesar 32,23 persen.

GIS 150 kV Muara Karang Baru dibangun di bawah transmisi eksisting, sehingga dapat langsung memperoleh pasokan listrik dengan membangun satu tower SUTT 150 KV Incomer yang disambungkan kepada jalur transmisi eksisting tersebut.

Proyek ini mendapatkan pasokan listrik dari jalur transmisi SUTT 150 kV PIK – Muara Karang Baru yang disambungkan menggunakan satu tower SUTT 150 kV Incomer.

Sementara itu, tiga proyek infrastruktur kelistrikan berikutnya yang juga baru dirampungkan PLN yaitu SKTT Pulogadung II - New Pulogadung Sirkit II yang beroperasi pada Kamis (4/11) pukul 01.15 WIB, disusul dengan pengoperasian GIS 150 kV Pulogadung II pada Jumat (5/11) pukul 03.27 WIB, serta SUTT 150 kV Pulogadung II Incomer pada pukul 16.30 WIB.

Ratnasari mengungkapkan pembangunan ketiga proyek ini menelan biaya investasi senilai Rp198,7 miliar dengan TKDN sebesar 59,67 persen.

Proyek yang terletak di daerah Pulogadung, Jakarta tersebut akan mengalirkan pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Priok dan Interbus Transformer (IBT) Bekasi.

Keberadaan proyek GIS 150 kV Pulogadung ini sangat penting karena berada pada jalur tulang punggung sub-sistem kelistrikan Priok-Bekasi.

Proses pembangunan proyek tidak terlepas dari tantangan, seperti jalur SKTT Pulogadung II - New Pulogadung yang berada satu lokasi dengan instalasi eksisting lainnya.

Jalur SKTT ini berdampingan baik dengan kabel 20 kV maupun kabel 150 kV yang sudah ada sebelumnya, sehingga memerlukan kecermatan dan kehati-hatian dalam pelaksanaan pekerjaan.

Selain itu, tahapan pengerjaan SUTT 150 kV Pulogadung II Incomer berhubungan dengan jalur transmisi backbone. Transmisi ini dikerjakan di atas Gantry GI Pulogadung konvensional yang menyuplai listrik untuk pelanggan.

Hal tersebut menyebabkan masa pemadaman yang diizinkan tidak bisa terlalu lama untuk menyelesaikan proyek ini.

Ratnasari menjelaskan pihaknya telah melakukan terobosan untuk mengatasi tantangan tersebut berupa optimalisasi jadwal padam dengan sinkronisasi pekerjaan potong sambung di GIS 150 kV Pulogadung II, bersamaan dengan pekerjaan extension GIS 150 kV Penggilingan.

“Agar tidak mengganggu kualitas penyaluran listrik dari infrastruktur yang sudah eksisting,” katanya.

Baca juga: PLN rampungkan tiga proyek listrik tegangan tinggi di Jakarta

Baca juga: Musim hujan, PLN Jakarta siagakan listrik cadangan di rumah pompa

Baca juga: PLN Jakarta berencana tambah 11 unit pengisian daya kendaraan listrik

Baca juga: PLN amankan aset negara senilai Rp400 miliar di Jakarta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel