PLN optimistis mampu turunkan emisi karbon 117 juta ton hingga 2025

·Bacaan 2 menit

PT PLN (Persero) optimistis mampu menurunkan emisi sebesar 117 juta ton karbon dioksida sampai 2025 melalui bantuan PT Energy Manajement Indonesia atau EMI yang kini telah menjadi anak usahanya.

"EMI berkontribusi melakukan dekarbonisasi sebesar 3,29 juta ton karbon dioksida melalui proyek PLN. Selain itu, EMI juga akan berperan dalam dekarbonisasi 4,19 juta ton karbon dioksida di luar PLN," kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini di Jakarta, Jumat.

PLN telah menetapkan target pengembangan EMI sebagai perusahaan jasa energi atau energy service company (Esco) nasional pilihan konsumen Asia Tenggara yang berperan sebagai agen pemerintah dalam mewujudkan langkah perubahan nyata sebagai komitmen pengurangan emisi.

EMI akan bergerak ke bawah membantu pemerintah daerah dan semua lapisan masyarakat dalam penyusunan kebijakan dan masterplan konservasi energi.

Selain itu, EMI akan melakukan penyusunan solusi engineering untuk konservasi energi dan memenuhi sertifikat hijau.

"EMI juga akan melakukan pengembangan pemanfaatan energi baru terbarukan skala kecil dan implementasi solusi turnkey infrastruktur bisnis dan retail yang ramah lingkungan," ujar Zulkifli.

Dengan bergabungnya EMI sebagai anak usaha PLN maka ada empat sasaran utama. Pertama, sinergi internal antara EMI dengan PLN. Kedua, peningkatan kapasitas dan kapabilitas dalam penyediaan layanan.

"Ketiga, ekspansi bisnis konservasi ke pasar eksternal. Dan terakhir, penciptaan nilai di keseluruhan ekosistem energi nasional," ujar Zulkifli.

Dalam upaya mencapai goal sebagai leading Esco, PLN akan melakukan transformasi EMI pada 2021-2025, di antaranya melalui penguatan kapabilitas, kemitraan dengan BUMN dan pelaku ekonomi lain, penguatan dukungan kebijakan serta pendanaan dekarbonisasi.

EMI diproyeksikan akan mencapai pendapatan lebih dari Rp8 triliun pada 2025, atau secara kumulatif lima tahun ke depan sebesar Rp13 triliun dengan estimasi EBIT sebesar Rp825 miliar.

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik penggabungan EMI sebagai anak perusahaan PLN yang merupakan bagian dari transformasi BUMN, terkhusus transformasi energi baru terbarukan yang dilakukan oleh PLN.

Kehadiran EMI sebagai anak usaha PLN diharapkan dapat memperkuat transformasi energi bersih sekaligus mengakselerasi green economy atau ekonomi hijau untuk Indonesia.

Ekonomi hijau adalah suatu gagasan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan.

Menurut Erick, PLN harus mulai menata ulang proses bisnis yang disesuaikan dengan gaya hidup ramah lingkungan atau eco lifestyle yang akan terjadi di masyarakat sebagai perwujudan dari energi terbarukan, sehingga masyarakat akan bisa beradaptasi dengan perubahan energi terbarukan.

Baca juga: PLN meluncurkan integrasi EMI sebagai perusahaan jasa energi
Baca juga: Konsumsi listrik per kapita capai 1.109 kWh sampai September 2021
Baca juga: PLN tambah pasokan listrik 90 MVA untuk smelter di Bantaeng Sulsel

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel