PLN padamkan listrik di sejumlah lokasi banjir di Aceh

·Bacaan 2 menit

Manajer PLN Pelaksana Pelayanan Pelanggan Lhokseumawe Muhammad Haiqal menyatakan pihaknya memadamkan listrik di sejumlah kawasan banjir di Aceh Utara dalam upaya menjaga keselamatan bersama apabila rumah warga terendam dan jaringan listrik PLN terendam.

"PLN akan memulihkan listrik di lokasi banjir apabila semua jaringan listrik, baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik," kata M Haiqal di Banda Aceh, Rabu.

Ia menjelaskan untuk saat ini PLN siaga di beberapa posko yang tersebar di wilayah Kerja UP3 Lhokseumawe dan terdapat beberapa wilayah kerja terdampak, yaitu Lhoksukon dan Panton Labu.

Baca juga: BPBD: Sebanyak 5.627 warga Aceh Timur masih mengungsi akibat banjir

Baca juga: PLN padamkan 146 gardu akibat banjir di Aceh Timur

Pihaknya juga terus bekerja keras dan memantau kondisi di lapangan sejak cuaca ekstrem terjadi. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan di musim hujan.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Langsa Andi Seno Hendriatmoko di Aceh Timur menyatakan pihaknya juga memadamkan 57 gardu di Kabupaten Aceh Timur menyusul banjir yang melanda kawasan itu akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

"Sebanyak 57 gardu listrik masih dipadamkan di sejumlah kawasan di Kabupaten Aceh Timur dan sementara yang lainnya telah dinormalkan," katanya.

Andi Seno menjelaskan gardu yang dipadamkan tersebut meliputi Unit Layanan Pelanggan (ULP) Idi tersebar di Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, karena gardu di wilayah tersebut tiangnya patah.

"Kendaraan pemasangan tiang belum bisa melewati wilayah tersebut karena masih terendam banjir," katanya.

Baca juga: Warga di empat kecamatan di Aceh Timur terisolasi akibat banjir

Baca juga: BPBD: 6.003 rumah di Aceh Timur terendam banjir

Selanjutnya di Kecamatan Pantai Bidari terdapat 14 gardu, Kecamatan Birem Bayeun 12 gardu, Kecamatan Rantau Seulamat sebanyak 27 gardu dan Kecamatan Simpang Jernih ada satu gardu.

"Saat ini kami terus memantau kondisi di lapangan, jika kondisi sudah normal dan banjir juga sudah surut, seluruh gardu yang dipadamkan akan dihidupkan kembali," kata Andi Seno Hendriatmoko.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel