PLN Pasok 2.270 MVA Listrik ke Pelanggan Tegangan Tinggi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta PT PLN (Persero) menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pelanggan tegangan tinggi.

Total ada 13 PJBTL dan MoU yang ditandatangani dengan total daya listrik yang akan disuplai PLN kepada para pelanggan tegangan tinggi mencapai 2.270 Mega Volt Ampere (MVA).

Pasokan listrik ini akan disalurkan kepada PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia, PT Stargate Mineral Asia, PT Aquila Cobalt Nickel, PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), PT Wahana Lestari Investama, PT Sampoerna Kayu, dan PT Gebe Industry Nickel.

Termasuk di antaranya produk Renewable Energy Certificate (REC) yang diserap oleh PT Sumitomo Indonesia.

Deputi Bidang Pengendalian Pengadaan Penanaman Modal BKPM/Kementerian Investasi Imam Soejoedi mengatakan, kerja sama ini membuktikan PLN telah bisa memenuhi kebutuhan listrik sepenuhnya dengan kualitas yang baik dan dapat diandalkan.

PLN sebagai perpanjangan tangan pemerintah harus memenuhi kebutuhan listrik dan memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh pelanggan.

Pasokan listrik PLN diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan industri dan bisnis listrik, sekaligus menarik investasi.

"MoU ini merupakan sejarah bagi PLN, jual beli tenaga listrik yang terbesar hingga saat ini, 2.270 MVA," kata Imam saat memberikan sambutan pada acara Penandatanganan SPJBTL dan MoU Pelanggan Tegangan Tinggi, dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu 31/10/2021).

Imam juga mengapresiasi PLN yang proaktif, menghadirkan listrik yang andal dengan harga kompetitif dan berkualitas.

Terlebih PLN sebagai BUMN yang bergerak di sektor jasa penyediaan listrik membuktikan mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

"Ini kolaborasi yang sangat baik. Setiap investasi tentunya membutuhkan listrik dengan kualitas yang baik. Melalui dukungan penuh dari PLN, kami optimis dapat mewujudkan Indonesia maju pada 2045 dengan memastikan hadirnya investasi yang menjadi tulang punggung perekonomian dalam negeri," jelas dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menyampaikan, PLN berperan dalam melayani dan menyediakan pasokan listrik yang andal (reliability), berkualitas (quality) dan harga yang kompetitif (price).

Dengan adanya penandatanganan PJBTL dan MoU ini, PLN berkontribusi positif dalam menyediakan pasokan listrik bagi pelanggan tegangan tinggi untuk mendukung kemajuan perekonomian.

"Teknologi smelter berbasis elektronik tentunya menjadi salah satu opsi untuk mendukung seluruh kegiatan produksi. Oleh karena itu, penandatanganan kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara PLN dengan para pelaku usaha, khususnya di sektor industri smelter yang kini menjadi primadona di Indonesia," ujarnya.

Kondisi surplus menuntut PLN terus berinovasi dalam membangun kerja sama, merancang inovasi untuk semakin menyelaraskan kebutuhan demand.

"Inovasi layanan diciptakan untuk membangun kepercayaan dan sinergi dengan para pelaku usaha untuk membangun perekonomian," imbuh Bob.

Tak lupa, Bob juga mengapresiasi perusahaan–perusahaan yang telah bersedia mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui produk Renewable Energy Certificate (REC).

REC adalah salah satu inovasi produk hijau PLN untuk mempermudah pelanggan dalam pembelian serta mendapatkan pengakuan dari internasional atas penggunaan energi terbarukan yang sudah ada di Indonesia.

"Saat ini telah tersedia Pembangkit dengan Energi Terbarukan PLN di seluruh Indonesia yang sudah beroperasi mencapai 7.936 MW. Ketersediaan EBT tersebut dapat diklaim sebagai energi yang digunakan untuk pemakaian listrik para pelanggan melalui produk terbaru PLN yaitu REC," ujar dia.

Minimalkan Dampak Lingkungan

Petugas PLN memperbaiki Menara Sutet di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (12/8/2015). Pekerjaan tersebut mengandung resiko besar karena jaringan listrik masih dipelihara tanpa dipadamkan. (Liputan6.com/Helmi Afandi)
Petugas PLN memperbaiki Menara Sutet di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (12/8/2015). Pekerjaan tersebut mengandung resiko besar karena jaringan listrik masih dipelihara tanpa dipadamkan. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Perwakilan dari pelaku Industri, Dirut PT Aquila Cobalt Nikel Riyanti Kutty Nurinda juga mengapresiasiadanya kesepakatan kerjasama ini.

Dia pun berharap pasokan listrik bisa memudahkan penyelesaian pembangunan proyek dan menjamin pasokan tenaga listrik, serta pastinya karena ada pendistribusian ke areal pabrik yang cukup remote. Serta bisa membawa dampak positif bagi pasokan listrik kepada masyarakat sekitar.

Selain itu Solway Group selalu berkomitmen untuk meminimalkan dampak lingkungan dan karbon dari setiap kegiatan. Oleh karena itu solusi energi bersih dan terbarukan juga berkelanjutan sangat penting bagi proyek kami.

"Dengan adanya perjanjian ini memungkinkan untuk mendapatkan supply energi sampai dengan 100 persen dari sumber pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan," ujar Nikita Novikov (Principal of Solway Group).

Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi mengapresiasi PLN yang telah mendukung pemerintah Sulawesi Tenggara selama ini.

Ia memandang acara ini sebagai bentuk komitmen PLN untuk mengurangi kesenjangan distribusi listrik di daerah. Terutama untuk sektor industri yang memiliki potensi pertambangan yang sangat besar.

"Pada 2003 ketika saya pertama kali menjadi gubernur total daya Sulawesi Tenggara hanya 5 MW, setiap hari harus bergiliran. Hari ini, setelah 10 tahun saya kembali terpilih menjadi gubernur, alhamdulillah listrik rumah tangga semua sudah terpenuhi, tidak ada lagi mati lampu," pungkas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel