PLN Pastikan Kesiapan Infrastruktur Pendukung Mobil Listrik

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN memastikan kesiapan pasokan listrik yang cukup dan tersedianya infrastruktur untuk mendukung hadirnya Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan, pemerintah Indonesia sangat serius dalam mendorong implementasi kebijakan kendaraan listrik.

"Kebijakan ini diharapkan akan menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi, sekaligus sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas kesehatan melalui lingkungan hidup yang bebas polusi," ujar Luhut dalam keterangan resmi, Jumat (18/12/2020).

Senada dengan Menko Marves, Menteri ESDM Arifin Tasrif menekankan pentingnya kerjasama semua pihak untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai.

"Dasar pemikiran Program KBLBB tersebut adalah untuk meningkatkan Ketahanan Energi Nasional dengan mengurangi ketergantungan impor BBM, yang akan berdampak positif dalam pengurangan tekanan pada Neraca Pembayaran Indonesia akibat impor BBM," Arifin.

Dirinya menambahkan, diperlukan penggunaan sumber energi lokal terutama energi baru terbarukan dan gas, yang digunakan untuk pembangkit listrik sebagai penyedia listrik bagi KBLBB. Sehingga dapat meningkatkan kualitas udara dan mendukung pencapaian target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca nasional.

Pada kesempatan ini Kementerian ESDM juga menyampaikan rencana pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 2.400 titik, dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di 10 ribu titik sampai dengan tahun 2025, serta peningkatan daya listrik di rumah tangga pengguna KBLBB.

"Melalui public launching ini PLN siap mendukung era Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan PLN memastikan penyediaan infrastruktur kelistrikan melalui pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)," ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini.

Saat ini, PLN sudah mengoperasikan total 20 unit SPKLU PLN dan 2 unit SPKLU yang merupakan pilot project partnership dengan para mitra. Dalam pengembangan SPKLU PLN juga meluncurkan platform digital charge.in yang diharapkan menjadi platform tunggal untuk seluruh SPKLU di Indonesia.

Menko Luhut Ingin Implementasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Bisa Tarik Investasi

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berbicara hubungan Jokowi dan Prabowo di kediamannya, di Jakarta, Kamis (30/5/2019). (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berbicara hubungan Jokowi dan Prabowo di kediamannya, di Jakarta, Kamis (30/5/2019). (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investigasi Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Luhut) berharap implementasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi di Indonesia bisa menarik investor.

“Saat ini pemerintah Indonesia sangat serius dalam mendorong implementasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai,” kata Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya di acara Public Launching KBLBB, Kamis (17/12/2020).

Kebijakan ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesehatan melalui lingkungan hidup yang bebas polusi.

“Beberapa dekade terakhir defisit neraca perdagangan akibat impornya BBM telah menjadi permasalahan klasik yang belum terselesaikan hingga saat ini,” ujarnya.

Di sisi lain Indonesia juga memiliki akses pasokan energi listrik yang belum dioptimalkan penggunaannya. Sehingga implementasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai akan menjadi solusi dalam kebutuhan transformasi energi melalui KBLBB.

“Kedepannya kami percepat public launching ini diharapkan menjadi momentum untu kita meningkatkan kerja yang luar biasa dan sinergi yang baik dalam mengimplementasikan program KBLBB agar tercapai target target sesuai yang ditetapkan,” jelasnya.

Di samping itu, sumber daya Indonesia yang melimpah tentunya akan menjadi modal dasar untuk pembangunan industri baterai di Indonesia. Kekayaan sumber daya di Indonesia berupa biji besi dan aluminium tentunya akan menjadi faktor pendukung dalam mendorong peningkatan investasi disektor otomotif.

Seluruh modal kekayaan alam ini harus dimanfaatkan dalam semangat menciptakan Indonesia bagian dari perubahan global supply chain untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

“Potensi Indonesia sebagai produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sangatlah besar. Hal ini dibuktikan dengan adanya investor-investor asing yang telah menanamkan sahamnya untuk memproduksi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: