PLN Pastikan Listrik Jawa-Madura-Bali Aman Saat Lebaran

·Bacaan 1 menit

VIVA – Dalam menghadapi momentum Hari Raya Idul Fitri 1442 yang mencakup masa siaga Lebaran pada 6-21 Mei 2021, PT PLN (Persero) memastikan bahwa pasokan listrik untuk wilayah Jawa-Madura-Bali atau Jamali berada dalam kondisi aman.

Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali PLN, Haryanto WS memprediksi, beban puncak kelistrikan di wilayah Jamali pada periode siaga Lebaran kali ini akan mencapai sekitar 20.201 Mega Watt (MW).

"Tapi kan daya mampu netto kelistrikan di Jamali sendiri sebesar 37.402 MW, dengan daya mampu pasok 29.229 MW. Jadi cadangan daya PLN yang masih tersimpan itu sebesar 9.028 MW," kata Haryanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa 11 Mei 2021.

Karenanya, dengan kondisi beban puncak yang diperkirakan akan mencapai 20.201 MW, Haryanto menjamin bahwa sistem kelistrikan untuk wilayah Jamali sangat aman pada momentum Hari Raya Idul Fitri kali ini.

Secara sistem kelistrikan, Haryanto menegaskan PLN Jamali akan memaksimalkan regional balance selama masa Lebaran kali ini. Hal itu menurutnya dilakukan, agar transfer daya yang besar dari timur ke barat tidak perlu dilakukan.

"Kita meminimalkan transfer daya dari timur ke barat, karena bebannya sama-sama rendah. Sehingga yang di barat cukup untuk bisa meng-cover beban daya di barat," ujar Haryanto.

Karenanya, lanjut Haryanto, dengan adanya kelebihan pasokan ini, PLN sepertinya akan memilih untuk mematikan beberapa pembangkit selama Lebaran. Supaya saat listrik diperlukan, pembangkit dengan respons cepat akan bisa beroperasi.

Selain itu, Haryanto pun mengaku bahwa di momentum Idul Fitri kali ini, PLN juga melakukan assessment dan pemeliharaan semua fasilitas kelistrikan mulai dari aspek pembangkit, transmisi, dan distribusi.

"Meskipun memang beberapa pembangkit kita sengaja matikan sementara selama Idul Fitri ini, karena pada saat ini beban (kelistrikannya) rendah. Khususnya untuk pemeliharaan, karena justru bebannya rendah," ujarnya.