PLN: Pemadaman Listrik Bergilir Bisa Berlangsung Sebulan

Padang (ANTARA) - Manajemen PT PLN Wilayah Sumatera Barat menyatakan pemadaman listrik secara bergilir bisa berlangsung selama sebulan ke depan, karena sedang dilakukan pemeliharaan peralatan.

"Kami patok satu bulan, tapi kalau bisa lebih cepat. Pemeliharaan perlu dilakukan karena peralatan terus berputar dengan sistem interkoneksi," kata Manejer Humas PLN Wilayah Sumbar Ridwan ketika dikonfirmasi di Padang, Kamis.

Pemadaman bergilir diberlakukan bukan saja di wilayah Provinsi Sumatera Barat, tapi hal yang sama terjadi pula di provinsi tetangga.

"Kami juga tak menginginkan kondisi ini, tapi karena ada pemeliharaan tentu harus dilakukan. Masyarakat diharapkan dapat memahami," ujarnya.

Pihaknya sudah memberikan informasi kepada konsumen terkait pemadaman listrik secara bergilir itu, melalui media cetak dan radio.

"Kami sudah menetapkan setiap jalur listrik padam selama dua jam dan bisa saja terjadi lebih atau kurang dari waktu tersebut. Ketentuan itu berlaku setiap hari," ujarnya.

Namun, apabila ada di suatu kawasan yang sampai padam selama empat jam, hal itu bisa jadi dikarenakan ada faktor gangguan lain, seperti pohon tumbang dan travo ada masalah.

Informasi dihimpun pada masyarakat Padang, bahwa pemadaman listrik ada yang berlangsung sampai lima jam, misalnya di wilayah Kuranji sepanjang Kamis mulai mulai pukul 11.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumbar, Dahnil Aswad mengatakan, pemadaman listrik secara bergilir jelas menimbulkan kerugian kepada masyarakat.

Terkait, aktivitas masyarakat sekarang hampir semuanya bergantung dengan listrik dan berdampak juga melambatkan pelayanan instansi publik.

Oleh karena itu, kata dia, jika keadaannya tak bisa dihindarkan pemadaman bergilir untuk pemeliharaan, mama PLN harus konsisten dengan informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

"Jika, pelaksanaan pemadaman bergilir tak sesuai dengan informasi diumumkan melalui media jelas akan menambah kekecewaan konsumen. PLN jaga hati masyarakat," ujarnya. (jk)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.