PLN perkuat sistem kelistrikan Paiton-Situbondo jelang G20 di Bali

PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melakukan penguatan sistem kelistrikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Paiton-Situbondo, Jatim, menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Bali pada November 2022.

General Manager PLN UIT JBM Didik F Dakhlan di Surabaya, Jawa Timur, Selasa, mengatakan listrik pada sistem SUTT Paiton-Situbondo memiliki sambungan langsung ke Pulau Bali dan otomatis menyuplai kebutuhan listrik pada ajang KTT G20.

Oleh karena itu, katanya, penguatan sistem dengan pembersihan material pada jaringan transmisi serta peremajaan material di sisi gardu induk (GI) menjadi menjadi fokus PLN dalam melakukan pembenahan keandalan sistem menjelang KTT G20.

"Penguatan dengan fokus pembersihan pada SUTT Paiton-Situbondo itu dilanjutkan dengan penggantian material pada GI Situbondo, hal ini untuk meningkatkan keandalan suplai listrik dari pembangkit di Paiton ke Pulau Bali," katanya.

Didik juga mengatakan mekanisme pemeliharaan SUTT Jalur Paiton-Situbondo dilakukan dengan penggantian current transformator (pengukuran dan proteksi) di GI Situbondo.

"Pekerjaan berhasil menyelesaikan sejumlah 157 tower transmisi 150 kV sepanjang 53,7 kms. Dan, kami mengerahkan 102 personel dalam menyelesaikan pekerjaan itu," katanya.

Didik mengatakan dengan rampungnya penguatan listrik pada sistem SUTT Paiton-Situbondo, maka ke depan akan dilanjutkan untuk jalur berikutnya, yakni Situbondo-Banyuwangi yang kemudian akan mengaliri listrik ke Bali.

Sementara itu, listrik yang dapat disuplai dari GI Situbondo ke GI Banyuwangi sebesar 162 MW.

Baca juga: PLN pasang alat deteksi di gardu listrik, cegah pemadaman saat KTT G20
Baca juga: PLN tanam modal Rp227,75 miliar demi pastikan G20 tanpa pemadaman
Baca juga: PLN remajakan infrastruktur kelistrikan dukung kelancaran G20

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel