PLN Punya 16,2 Juta Ton Batu Bara, Pasokan Listrik Aman sampai Akhir Januari 2022

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjamin pasokan listrik nasional dari PT PLN (Persero) hingga akhir Januari 2022 ini aman.

Optimisme itu dilancarkannya setelah pemerintah menginventarisir jumlah stok batu bara dari pihak produsen ke PLN setidaknya mulai mencukupi.

"Jadi ada tambahan 5,17 juta ton. Jadi dalam bulan Januari ini kebutuhan batu bara PLN sebesar 16,2 juta ton bisa diamankan," ujar Arifin dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (13/1/2022).

"Itu tentu saja bisa dilakukan dengan bantuan produsen-produsen, kemudian juga asosiasi angkutan yang diminta kerahkan armada untuk bisa mendukung kebutuhan," dia menambahkan.

Dari temuan itu ia menyimpulkan, dimulai pada 10-11 Januari lalu, stok batu bara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar milik PLN bisa diamankan hingga 15 hari operasi (HOP).

"Ini sampai akhir Januari kita bisa pastikan pasokan ini bisa diamankan," tegas Arifin.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Wajib Punya Stok 20 Hari

PLN mendorong skema kontrak jangka panjang dengan penambang. Hal terjadi dijadikan strategi jitu untuk mengamankan pasokan batu bara bagi pembangkit milik perseroan.
PLN mendorong skema kontrak jangka panjang dengan penambang. Hal terjadi dijadikan strategi jitu untuk mengamankan pasokan batu bara bagi pembangkit milik perseroan.

Sementara untuk untuk distribusi listrik ke daerah-daerah pelosok yang belum terjangkau PLTU besar, pemerintah masih mewajibkan pembangkit listriknya punya stok batu bara untuk 20 hari operasi.

"Dari hasil terakhir kemarin sore (Selasa, 12 Januari), sudah ada statement dari PLN, sudah bisa meyakinkan, karena kontraksi juga sudah di-close," pungkas Arifin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel