PLN Riau Terangi 10 Desa Terpencil di Kabupaten Lingga dan Karimun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Sejak Indonesia merdeka, 10 desa terpencil di Kabupaten Lingga dan Karimun Provinsi Kepulauan Riau hanya mendapatkan listrik terbatas dan mahal. Kini, ribuan warga di sana bisa menikmati listrik murah berkat pemasangan jaringan oleh PLN Riau.

Pemakaian perdana ini ditandai dengan peresmian oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Hartono di Desa Baran, Kabupaten Lingga. Masyarakat setempat menyambut antusias setelah bergantung puluhan tahun dengan genset.

Hartono menjelaskan, pembangunan listrik oleh PLN Riau di 10 desa ini meliputi jaringan tegangan menengah sepanjang 28,5 kilometer sirkuit (kms) dan jaringan tegangan rendah sepanjang 24,36 kms.

Berikutnya 12 unit gardu distribusi dengan total daya sebesar 850 kilo Volt Ampere (kVA) dan 8 unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dengan total kapasitas terpasang sebesar 800 kilo Watt (kW).

"Total biaya seluruh investasi pengerjaan di 10 desa ini mencapai Rp42,2 miliar dan akan melayani sebanyak 1.883 pelanggan," ungkap Hartono kepada pers di Pekanbaru, Kamis pagi, 8 April 2021.

Di sisi lain, Hartono mengajak seluruh pelanggan PLN pasca bayar agar selalu disiplin dan taat dalam membayar tagihan rekening listrik sebelum batas akhir pembayaran, yakni pada tanggal 20 setiap bulannya.

"Hal ini agar terhindar dari pemutusan aliran listrik, apalagi pembayaran saat ini sangat mudah dilakukan bisa dimana saja melalui Aplikasi PLN Mobile, ATM, EComerce, Mobile Banking serta PPOB tersebar," imbau Hartono.

RDB Meningkat

Hartono menambahkan, pelanggan yang mengalami gangguan listrik bisa melapor melalui saluran yang telah disediakan seperti Contact Center 123, twitter PLN 123, facebook PLN 123 dan Aplikasi PLN Mobile yang sudah tersedia di Google Play dan App Store.

Hartono menyebut peresmian listrik 10 desa di Kabupaten Lingga dan Karimun dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Ansar mengapresiasi karena jaringan ini meningkatkan Rasio Desa Berlistrik (RDB) Provinsi Kepulauan Riau.

Ansar menyebut hingga April 2021, RDB Kepulauan Riau telah mencapai 93,75% dan Rasio Elektrifikasi PLN sebesar 98,65%.

Adapun desa dimaksud adalah Desa Mamut, Desa Laboh, Desa Tanjung Kelit, Desa Baran, Desa Pulau Duyung, Desa Pasir Panjang, Desa Suak Buaya, Desa Temiang, dan Desa Tanjung Lipat serta Desa Tulang.

"Hadirnya listrik di masyarakat sangat membantu peningkatan perekonomian di tengah pandemi, tingkat kesejahteraan pun akan meningkat," kata Ansar.

Sebelumnya, masyarakat di 10 desa tersebut masih menggunakan genset sebagai sumber listriknya dengan biaya operasional yang lebih tinggi. Warga di sana sangat berterimakasih kepada PLN Riau dan Kepulauan Riau.

Seorang warga bernama Roslan mengatakan, selama ini bisa menikmati listrik hanya melalui genset. Hidupnya terbatas karena 5 jam dengan biaya per bulan Rp300 ribu.

"Sedangkan dengan listrik PLN kami hanya membayar 150 ribu," ujar Roslan.

Simak juga video pilihan berikut ini: