PLN sebut cadangan daya saat PON Papua cukup, capai 74,7 MW

·Bacaan 1 menit

PT PLN (Persero) menyebutkan cadangan daya listrik saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua mencukupi yakni mencapai 74,7 MW.

Cadangan daya itu berasal dari daya mampu listrik mencapai 228,2 MW dengan proyeksi beban puncak saat pelaksanaan PON sebesar 153,5 MW.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) Abdul Farid di Jayapura, Rabu, mengatakan selain suplai pembangkit, pihaknya telah melakukan beberapa pembangunan dan perkuatan, antara lain pembangunan saluran udara tegangan menengah (SUTM), saluran kabel tegangan menengah (SKTM), jaringan tegangan rendah (JTR), gardu hubung, dan gardu distribusi.

"Guna mengamankan kelistrikan saat berlangsungnya PON XX Papua, PLN juga menyiapkan 129 unit mobile genset kapasitas 100 kW, 200 kW, 500 kW hingga 1.000 kW," katanya.

Menurut Farid, selain itu, juga disiapkan 55 unit gardu berjalan (UGB), 45 unit uninterruptible power supply (UPS) bergerak, 7 unit kabel bergerak (UKB) dan 4 unit kabel, dan kubikel bergerak (UKKB).

"Di sisi lain, selama periode siaga pada 18 September-15 Oktober 2021, PLN akan menyiagakan 1.574 personel di 45 lokasi pertandingan," ujarnya.

Dia menjelaskan di 230 lokasi strategis lain seperti kantor VIP, penginapan, rumah sakit, command center dan yang lainnya juga disiagakan kelistrikan oleh PLN.

"Kami menjamin keandalan pasokan listrik di seluruh venue dan fasilitas pendukung ajang olahraga yang digelar empat tahun sekali tersebut," katanya.

Farid menambahkan dari awal, PLN telah berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan PON di Papua, sehingga segala sesuatunya telah disiapkan dengan baik.

Baca juga: PLN kucurkan Rp313 miliar bangun infrastruktur kelistrikan dukung PON
Baca juga: PLN berikan bantuan Rp5 miliar bagi penyelenggaraan PON XX
Baca juga: PLN gelar gebyar vaksin Gotong Royong guna sukseskan PON XX

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel