PLN sebut rasio elektrifikasi di Bengkulu capai 99,93 persen

·Bacaan 2 menit

PT PLN (Persero) menyebutkan angka rasio elektrifikasi di Bengkulu telah mencapai 99,93 persen yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN Ikbal Nur mengatakan pihaknya berkomitmen akan menerangi seluruh desa di Bengkulu hingga 100 persen pada 2022.

"Kami berharap jaringan listrik yang telah dibangun dapat dijaga dengan baik," kata Ikbal dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Pada 7 September 2021, PLN telah mengalirkan listrik ke Desa Langgar Jaya, Kepahiang, Bengkulu, yang memiliki 400 kepala keluarga.

Perseroan membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 10,2 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah 4,2 kms, dan empat gardu distribusi dengan total investasi Rp2,12 miliar.

Selain menyambungkan listrik ke Desa Langgar Jaya, PLN juga menyerahkan bantuan berupa Alat Penyalur Daya Listrik (APDAL) bagi warga Desa Lebong Tandai, Kabupaten Bengkulu Utara.

Alat itu akan meningkatkan kualitas listrik warga Lebong Tandai yang sebelumnya hanya memanfaatkan listrik sebagai penerangan dari Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

Ikbal menjelaskan bahwa APDAL di Lebong Tandai menyediakan daya listrik bagi rumah yang tidak bisa dijangkau jaringan listrik karena berada di dataran tinggi yang masih diselimuti hutan.

Pengisian daya listrik dilakukan melalui Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) yang dibangun dengan memanfaatkan energi baru terbarukan lokal bertenaga air yang bersumber dari Sungai Lusang.

Program PLN Peduli senilai Rp380 juta direalisasikan dalam bentuk perbaikan dan penambahan unit pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 4x15 kilowatt yang mampu menyuplai tenaga listrik untuk 150 rumah.

Sebanyak 30 unit APDAL berdaya masing-masing 500 watt diberikan kepada warga yang rumahnya tidak terjangkau jaringan listrik dari pembangkit listrik tersebut.

PLN juga memberikan bantuan penambahan dan perbaikan dua unit Motor Lori Ekspress (Molek) yang menjadi sarana transportasi masyarakat Desa Lebong Tandai menuju Desa Air Tenang di Kecamatan Napal Putih.

Gurbernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan pembangunan jaringan listrik dan program PLN Peduli, serta didukung komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan prasarana jalan akan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, sinergitas antara institusi, perusahaan, dan masyarakat akan menciptakan suasana harmonis serta kondusif yang dapat meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi di Bengkulu.

Baca juga: Konsumsi listrik sektor industri tumbuh 4,44 persen hingga Juli 2021
Baca juga: PLN amankan suplai batu bara jangka panjang demi keandalan listrik
Baca juga: Selama PPKM Level 4, konsumsi listrik di DKI Jakarta turun 13 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel