PLN Selesaikan Pembangunan Gardu Induk Gunung Mulia Steel Cuma dalam 10 Bulan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) terus mendukung geliat industri nasional melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Komitmen tersebut, diwujudkan melalui penyelesaian pembangunan Gardu Induk Gunung Mulia Steel (GI GMS).

PLN melalui Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 4 (UPP JBB 4) berhasil menyelesaikan proyek ini dalam kurun waktu yang cukup singkat, yaitu 304 hari atau 10 bulan, dari target 12 bulan.

“Proyek ini dibangun untuk mendukung dan melayani pengembangan produksi konsumen Tegangan Tinggi PT Gunung Mulia Steel, selain itu juga mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik di Serang dan sekitarnya, saat ini dan beberapa tahun ke depan,” ujar Direktur Bisnis PLN Regional Jawa, Madura, dan Bali, Haryanto WS, dalam keterangan tertulis, Senin (6/9/2021).

GI GMS merupakan salah satu infrastruktur ketenagalistrikan yang berada di Kawasan Peleburan Baja, PT Gunung Mulia Steel. GI ini dibangun di atas lahan seluas 11.472 M2 di Desa Cibeber, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten.

Sebagian komponen di proyek kelistrikan ini, PLN memanfaatkan produk dalam negeri."Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di proyek ini sekitar 58,66 persen. Ini bentuk komitmen kami untuk mendukung pertumbuhan industri nasional," terangnya.

Haryanto menuturkan, pembangunan proyek ini sangat penting untuk memperkuat sistem kelistrikan di daerah Serang, Banten khususnya di kawasan PT Gunung Mulia Steel. Gardu Induk ini akan meningkat keandalan dan kualitas pasokan tenaga listrik ke konsumen serta kemampuan untuk penambahan konsumen baru dan tambah daya untuk konsumen lama.

“Gardu Induk ini mengalihkan sebagian beban dari GI 150 kV/20 kV Serang, sehingga dapat menampung pertambahan beban baru di Serang dan sekitarnya,” ujar Haryanto.

Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan selalu diupayakan PLN dengan sebaik-baiknya tanpa kenal henti meski saat ini Pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia.

Tercatat, PLN berhasil melaksanakan memberikan tegangan pada 3 proyek selama 3 hari berturut-turut, yaitu SUTET 500 kV Balaraja - Kembangan Line #1 pada Sabtu (28/08), SUTT 150 kV Suvarna – Cikupa pada Minggu (29/8) kemarin, dan GI 150 kV GMS bay KTT GMS pada hari ini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Program Cuti Daya

PT PLN (Persero) telah menyelesaikan pembangunan Gardu Induk Gunung Mulia Steel (GI GMS) pada Senin, 30 Agustus 2021 pukul 17.24 WIB. (Dok PLN)
PT PLN (Persero) telah menyelesaikan pembangunan Gardu Induk Gunung Mulia Steel (GI GMS) pada Senin, 30 Agustus 2021 pukul 17.24 WIB. (Dok PLN)

Selain menyelesaikan proyek ketenagalistrikan, PLN juga berkomitmen mendukung pemulihan industri di tengah pandemi Covid-19 melalui stimulus kelistrikan pemerintah yang disalurkan PLN berupa pemberlakuan tarif minimum. PT Gunung Mulia Steel, merupakan salah satu penikmat memanfaatkan program cuti daya untuk pelanggan daya 200 kilo Volt Ampere (kVA). Saat ini, telah siap kembali beroperasi.

Untuk itu, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten melakukan memberikan tegangan pemulihan daya konsumen tegangan tinggi ke Gunung Mulia Steel dengan daya 35.000 kVA pada 30 Agustus 2021. “Ini menjadi bukti komitmen PLN selalu siap untuk melayani pelanggan kapan saja. Pada April 2020 lalu ketika awal pandemi, sangat berdampak pada sektor industri. Beberapa pelanggan mengajukan cuti daya. PT Gunung Mulia Steel saat ini telah siap untuk berproduksinya kembali dan PLN tentunya siap untuk mendukung hal ini,” ungkap Haryanto. Pemulihan daya listrik Gunung Mulia Steel menjadi bentuk sinergi antarunit PLN di Banten untuk terus mendorong pelanggan produktif di masa pandemi. Estimasi pemakaian minimum Gunung Mulia Steel 18 juta kWh, dengan pendapatan minimum Rp 18 miliar per bulan, serta kapasitas produksi 500 ton baja per tahun. Gunung Mulia Steel merupakan perusahaan peleburan baja yang berfokus pada produksi baja konstruksi. Proses produksi mengutamakan utilisasi tungku baja (electric furnace) di mana membutuhkan keandalan pasokan listrik yang sangat baik.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Gunung Mulia Steel, Sukiato Tjahyadi, mengatakan, setelah mengalami rintangan yang cukup banyak selama pandemi, pihaknya bisa kembali energize.

"Kami sangat terbantu dengan dukungan dari teman-teman PLN yang selama ini selalu mendukung kami. Saat ini, kami bisa pulih daya dan energize," ujarnya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel