PLN siapkan cadangan listrik 184 MW demi cegah pemadaman selama G20

PT PLN (Persero) menyiapkan cadangan listrik sebanyak 184 megawatt (MW) untuk mencegah pemadaman listrik selama rangkaian acara G20 berlangsung di Bali termasuk pertemuan puncak pada 15–16 November 2022 di Nusa Dua, Badung.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali I Wayan Udayana menjelaskan kapasitas pembangkit yang tersedia untuk kebutuhan di Bali sebanyak 980 MW, sementara beban puncak penggunaan listrik diperkirakan mencapai 796 MW sehingga ada cadangan daya 184 MW.

“Di sisi hulu yakni pembangkit dalam kondisi aman, kami juga menjaga keandalan pasokan listrik dengan menyiapkan UPS (uninterruptible power supply) dan genset,” kata dia sebagaimana dikutip dari siaran tertulisnya yang diterima di Denpasar, Rabu.

Udayana menyebut ada 91 acara utama (main event) dan acara sampingan (side event) G20 yang berlangsung di Bali pada tahun ini. Di tiap acara, PLN menyiagakan 50 personel untuk mengantisipasi kejadian yang terkait dengan gangguan listrik.

“Kami ingin meyakinkan kepada pelanggan dan masyarakat bahwa urusan listrik yang terbaik diserahkan saja kepada PLN, karena melalui serangkaian pengalaman, tidak hanya keandalan sistem kami sudah teruji, tim kami pun selalu siap untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” kata General Manager UID Bali.

Dalam siaran yang sama, ia menegaskan PLN secara berkala mengecek dan memelihara infrastruktur terkait pasokan daya, termasuk di antaranya pembangkit dan kabel-kabel. Kegiatan pemeliharaan, ia menambahkan, dilakukan sesuai dengan standar prosedur operasional (SOP) yang berlaku sebelum dan sesudah acara sehingga pemadaman hampir dapat dipastikan dapat dicegah.

"PLN memastikan pengendalian operasi di seluruh sistem kelistrikan sub sistem Bali dapat berjalan dengan baik dari sisi pembangkitan, transmisi, dan distribusi, untuk mengamankan penyaluran tenaga listrik untuk berbagai event penting yang saat ini sedang berlangsung,” kata dia.

Sementara itu, apabila ada masalah darurat dan mendesak, PLN juga siap menerjunkan timnya untuk melakukan pengecekan alat-alat bertegangan tinggi.

“Pemeliharaan (tetap) dapat dilakukan dalam keadaan jaringan tetap bertegangan atau tanpa padam,” kata Udayana.

Ia menambahkan pasukan yang dikerahkan PLN itu merupakan orang-orang yang terlatih dan profesional menjalankan tugas di tempat-tempat berisiko tinggi.

Baca juga: PLN perkuat infrastruktur jaringan Bali sambut KTT-G20
Baca juga: PLN tanam modal Rp227,75 miliar demi pastikan G20 tanpa pemadaman
Baca juga: PLN pamerkan program konversi kompor listrik dalam KTT G20 di Bali

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel