PLN-SMI tanda tangani kerja sama pengembangan EBT

Budi Suyanto

PT PLN (Persero) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) berbasis platform Sustainable Development Goals/SDG Indonesia One.

"Kerja sama ini merupakan sinergi BUMN antara PLN dan SMI untuk merealisasikan target pemerintah yaitu tercapainya bauran EBT sebesar 23 persen pada tahun 2025," kata Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly dalam rilisnya yang dikutip di Jakarta, Minggu.

Dalam upayanya mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDG), Kementerian Keuangan membentuk platform SDG Indonesia One untuk memobilisasi sumber daya keuangan publik dan swasta melalui skema pembiayaan bersama untuk mendanai proyek infrastruktur terkait pencapaian SDG, yang salah satunya pengembangan EBT ketenagalistrikan.

Baca juga: Riset sebut investasi EBT salah satu faktor pulihkan ekonomi

Adapun penandatanganan secara virtual dilakukan Dirut PLN Zulkifli Zaini dan Dirut SMI Edwin Syahruzad pada Kamis (14/5/2020).

Kerja sama ini bagi PLN dan SMI adalah implementasi dari inisiatif strategis kedua perusahaan.

Pada 21 April 2020, PLN meluncurkan program transformasi yang salah satunya mendorong dan mempercepat eksekusi EBT di Indonesia.

Sementara, SMI mengimplementasikan platform SDG Indonesia One, yang skemanya sesuai kebutuhan pengembangan EBT.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Tahun 2019-2028, tambahan kapasitas pembangkit EBT direncanakan sebesar 16.765 GW, yang 3.459 MW di antaranya dilaksanakan PLN.

Baca juga: Insentif bisnis EBT difokuskan di wilayah terdampak covid-19

Dari jumlah tersebut, kerja sama PLN-SMI mencakup pembangunan pembangkit EBT berdaya 1.403 MW yang terdiri atas PLTA 904 MW, PLTP 360 MW, PLTB 100 MW, PLTM 38,2 MW, dan PLTS 1,3 MW.

Mayoritas kapasitas (55,5 persen) pembangkit EBT itu akan dibangun di Indonesia timur (783 MW) dengan rincian Maluku-Papua 111 MW, Nusa Tenggara 25 MW, Kalimantan 496 MW, dan Sulawesi 146 MW.

Total nilai pembangunan proyek pembangkit EBT tersebut diperkirakan 4,29 miliar dolar AS atau Rp64,35 triliun.

Sebagai proyek percontohan kerja sama PLN-SMI, pada 2020 akan dilaksanakan tiga proyek yakni satu PLTP, satu PLTA, dan satu PLTB.