PLN Soal Pemadaman Akibat Banjir: Apabila Sudah Aman, Listrik Siap Dinyalakan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) memastikan memiliki tim yang cukup untuk menyalakan kembali aliran listrik jika kondisi sudah aman. Banjir di sejumlah wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat sejak Jumat (19/2/2021) membuat PLN memadamkan gardu sehingga membuat aliran listrik terputus di beberapa area.

Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali PLN, Haryanto WS, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan masyarakat setempat melalui ketua RT dan RW untuk mengetahui kondisi lapangan. Listrik akan kembali dinyalakan jika kondisi sudah memungkinkan dan aman bagi warga setempat.

"Mereka akan melaporkan kepada PLN tentang kondisi setempat seperti apa, lalu petugas PLN kami akan memeriksa apakah kondisi betul-betul aman. Apabila sudah aman, maka akan dibuat kesepakatan semacam berita acara dengan ketua RT/RW bahwa instalasi siap dinyalakan dan masyarakat akan diimbau untuk bersiap-siap," jelas Haryanto dalam konferensi pers virtual pada Sabtu (20/2/2021).

Kendati demikian, ia tidak bisa mematok tanggal penyalaan listrik di pemukiman warga akibat banjir. "Jadi pemulihan sangat relatif tergantung kondisi banjir sendiri," sambungnya.

Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena PLN memiliki personil yang cukup untuk mengerjakannya dalam waktu bersamaan. Proses penyalaan listrik nanti akan berjalan sesuai prosedur yang baik.

Adapun beberapa wilayah yang masih terdampak di wilayah Jakarta yaitu Cipinang, Pinang Ranti, Kampung Makasar, Bambu Apus, Fatmawati, Kemang, Pejaten, Warung Buncit, Kalibata, Ciledug, Petukangan, Pondok Kacang, Kuningan, dan Karet Tengsin.

Sementara di Jawa Barat yaitu sebagian Bekasi meliputi Bintara, Jatiasih, Kalimalang, Jatibening, Jatiwaringin, Pondok Gede, sebagian Cikarang, sebagian Karawang, dan sebagian Gunung Putri.

Imbau Masyarakat Waspada

Petugas PLN memeriksa jaringan listrik yang sudah diputus agar tidak membahayakan, Bango, Pondok Labu, Jakarta, Sabtu (20/2/2021). Banjir di Jakarta berdampak pada 180 unit Gardu Distribusi dan 61.320 pelanggan sehingga terjadi pemadaman di sejumlah wilayah. (merdeka.com/Arie Basuki)
Petugas PLN memeriksa jaringan listrik yang sudah diputus agar tidak membahayakan, Bango, Pondok Labu, Jakarta, Sabtu (20/2/2021). Banjir di Jakarta berdampak pada 180 unit Gardu Distribusi dan 61.320 pelanggan sehingga terjadi pemadaman di sejumlah wilayah. (merdeka.com/Arie Basuki)

PLN mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan di musim hujan dan banjir. Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.

PLN juga mengajak pelanggan untuk melakukan catat meter mandiri melalui aplikasi PLN Mobile. Pelanggan tinggal mengunggah foto meteran listrik pada tanggal 24-27 setiap bulannya. Kemudian, pada tanggal 1 bulan berikutnya akan keluar tagihan berdasarkan angka meteran yang dilaporkan.

Fitur SwaCAM membuat pencatatan meter listrik lebih praktis, karena tidak perlu menunggu petugas datang ke rumah setiap bulannya. Adanya SwaCAM dinilai membuat proses penagihan listrik menjadi semakin transparan, karena pelanggan sendiri yang memberikan laporan pemakaian listrik.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: